Indonesia Harus Terapkan Bio-Metric untuk Ungkap Jaringan Narkoba

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia hingga kini tetap berlangsung, bahkan semakin menunjukan peningkatan. Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Tommy Sagiman mengungkapkan, kasus-kasus penyelundupan  heroin, kokain dan psikotropika yang masuk ke Indonesia menggunakan modus operandi yang beragam.

Misalnya narkoba dimasukan ke dalam pipa gantole, papan selancar, body pack, koper, water filter, swallow, mainan anak-anak (toys), makanan, bahkan dimasukan ke dalam alat vital tubuh wanita. Menurut Tommy, untungnya para penyelundup sudah banyak yang ditangkap di bandara-bandara maupun pelabuhan-pelabuhan. Baca lebih lanjut

Iklan