Ini Cerita Jalan-Jalan Saya ke Batu Caves & KLCC

Batu Caves

Ini hari kedua saya melancong di Malaysia. Jumat siang rencananya mau jalan-jalan ke Batu Caves (gua batu bukit kapur) di Distrik Gombak dan KLCC (Kuala Lumpur City Centre) di tengah kota yang sudah sangat masyhur itu.

Berangkatlah kami berempat dari Kampung Jawa Selangor ke Stasiun Klang naik taksi online (Grab). Ongkosnya RM8 (delapan Ringgit). Disambung beli tiket KTM Komuter dari Stasiun Klang tujuan Stasiun Batu Caves, berempat biayanya RM28.

Kami diberi token (koin plastik seukuran biji karambol kecil) tanda untuk masuk naik komuter. Semacam tiket gitu deh. Naiklah kami KTM Komuter dari Stasiun Klang. Transit di Stasiun KL Sentral hampir 45 menit, nunggu komuter yang ke Batu Caves datang, di platform/jalur 4.

Perjalanan cukup nyaman. Sampailah kami di Stasiun Batu Caves (stasiun terakhir). Token kami masukkan/kembalikan via box mesin, biar kami bisa keluar dari stasiun. Sejak di KL Sentral, saya sudah kebelet pipis. Jadilah saya langsung ke toilet di Stasiun Batu Caves, bayar per orang RM 00.30 (tiga puluh sen).

Nggak disangka, yang jaga toilet cowok di situ seorang ibu tua berjilbab sembari dagang snack dan minuman. Rupanya dia dari daerah Trusmi, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Ngobrollah saya pake bahasa Cirebon, diakhiri foto bareng seperti yang saya aplud. Sementara yang jaga toilet cewek itu seorang perempuan dari India.

Kami melanjutkan perjalanan ke area Batu Caves, cukup jalan kaki. Lihat patung raksasa Hanoman, patung raksasa Dewa Murugan, kuil sembari menyaksikan aktivitas keagamaan masyarakat Hindu di situ. Di sini banyak orang India yang jualan camilan, buku hingga pernak pernik buat oleh-oleh. Money changer juga ada.

Saya sempat menapaki beberapa anak tangga di Batu Caves. Namun saya tidak sampai puncak. Saya agak takut sebab banyak monyet berkeliaran heuheue Monyet-monyet itu nyari makanan yang dibawa dan dikasih oleh pengunjung. Akhirnya saya turun lagi bareng satu teman. Sementara dua teman terus naik tangga hingga ke atas.

Usai dari Batu Caves, kami kembali ke stasiun. Naik KTM Komuter tujuan Stasiun KL Sentral. Ongkosnya berempat RM10.80. Sampai di KL Sentral, kita naik Rapid KL untuk menuju KLCC, biaya berempat sekira RM5. Sampai di KLCC, tinggal jalan kaki masuk mall Suria KLCC untuk bisa lihat menara kembar dan taman utama KLCC.

Malam itu, taman utama KLCC ramai. Banyak warga dan wisatawan asing yang lihat sekaligus mengabadikan atraksi air mancur yang menari-nari cantik, berganti warna, disorot lampu. Banyak orang yang berselfie ria dan foto berlatar twin tower. Saya di situ kongkow di taman sembari liat air mancur dan lalu lalang orang dari beragam negara.

Kami lalu beranjak dari KLCC Park, mengingat hari semakin malam. Sempat nyari toilet dulu di dalam mall Suria KLCC. Eeehhh… ketemunya toilet premier yang biaya masuknya RM2 (dua ringgit). Bayar segitu dapat satu tisue basah. Sebetulnya ada juga di mall itu toilet gratis. Kebetulan saja tempatnya di lantai atas dan lumayan jauh dari posisi saya saat itu.

Kami lalu ke Stasiun KL Sentral naik Rapid KL dari KLCC. Bayarnya sama kayak waktu berangkat. Kemudian bayar lagi RM20.08 buat naik KTM Komuter agar bisa sampai ke Stasiun Klang. Nah… di KL Sentral kami nunggu komuter datang selama 1 jam 30 menit. Kami tiba di platform 5 jam 22.00 tepat, sementara komuter baru tiba jam 23.30. Toilet nggak ada, smoking area pun nggak ada. Bete kan. Gile, Ndro… jadi kalo kalian kebelet pipis, tahanlah sampai tempat tujuan. Itu DL (Derita Loe) ūüėĀ

Alhamdulillah… sampailah kami di Stasiun Klang jam 00.30 dini hari. Yang bikin nyesek, toilet di stasiun pun sudah tutup. Walahdalah… Segeralah kami pesan taksi online. Beruntung orderan cepat ditangkap. Akhirnya kami sampai di tempat tujuan di Kampung Jawa, dengan membayar ongkos taksi RM11 (sebelas ringgit).

Itulah sekelumit pengalaman perjalanan kami wisata ke Batu Caves dan KLCC. Saya tak sempat mencatat dan mendokumentasi semuanya secara detail. Sebab smartphone saya keburu habis batre duluan usai foto di depan patung raksasa Dewa Murugan di Batu Caves. Nasib nasib…

Selangor, 26 Agustus 2017

 

***Tulisan ini sudah saya posting di Fanpage Facebook saya > Lukman H Zuhdi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s