Catatan Semi Final Indonesia vs Malaysia

*Pandangan dari dalam stadion

Semi Final Malaysia

Sore itu, saya masuk Stadion Shah Alam Selangor Malaysia jam 18.00. Para suporter Indonesia masih banyak yang berseliweran & berada di luar stadion. Sementara suporter Malaysia sudah memenuhi hampir seluruh kursi penonton, kecuali di deretan kursi paling atas.

Suporter Indonesia seluruhnya ditempatkan di kursi tribun grandstand yang masuk lewat pintu A. Adapun suporter Malaysia masuk lewat pintu B, C & D. Setelah masuk lewat pintu A, saya memilih kursi duduk di barisan Pintu D, tempat para suporter Indonesia memainkan musik drum & memandu irama yel-yel sepanjang pertandingan.

Di sebelah kanan saya —tepatnya di kursi Pintu C yang di atasnya terdapat layar video papan skor—, deretan kursi sengaja dikosongkan panitia. Itu sebagai pembatas antara penonton Indonesia dengan penonton Malaysia.

Sayangnya pada jam 20.00, pintu besi pagar pembatas di seberang itu dibuka pihak keamanan. Sehingga suporter Malaysia ramai-ramai menempati deretan kursi di Pintu C, di bawah layar video. Beruntung, pihak keamanan hanya mengizinkan separuh kursi yang boleh dipakai mereka. Jaraknya hanya selemparan botol air minum dengan deretan kursi suporter Indonesia. Lumayan bikin was-was.

Andai saja dibiarkan semua sisa kursi diduduki suporter Malaysia, saya pastikan suporter tamu dengan suporter tuan rumah persis berdampingan. Hanya dipisah pagar besi yang mudah dilompati. Potensi gesekan (bentrok) antar suporter sangat besar. Nah… sebagai bentuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak keamanan bersenjata menjadi pagar hidup sebagai pembatas antara dua suporter.

Sepenglihatan saya, sejak jarak suporter Malaysia dekat dengan suporter Indonesia kelompok pemandu musik & yel-yel —tempat saya duduk—, ada oknum suporter Malaysia yang berdiri di barisan depan mencoba ‘caper’ beberapa kali dengan cara menunjukan jari tengahnya ke arah suporter Indonesia. Hebatnya, kami tidak terpancing, pura-pura nggak tahu. Kami tetap bernyanyi, bertepuk tangan, mengangkat syal & atribut untuk menyemangati Garuda Muda. Sementara pihak keamanan terus mencoba meredam provokasi mereka dengan pendekatan dialog. Salut.

Begitu pula misalnya saat suporter Indonesia memprotes keputusan wasit yang dianggap merugikan timnas, oknum itu kembali mengacungkan jari tengah. Dia mencoba memanasi situasi, memancing emosi suporter Indonesia keluar. Lagi-lagi gagal. Provokasi serempak mereka tunjukan seraya mengekspresikan selebrasi ketika pemain Malaysia berhasil nge-golin.

Dan… tiuuunnggg… tiba-tiba saja ada botol air minum yang melayang ke arah suporter Malaysia. Entah dari mana asalnya. Dalam hitungan sepersekian detik, beberapa botol air minum beterbangan di dekat saya berdiri. Sampai tengkuk (leher bagian belakang) saya pun terkena lemparan botol. Bluukkk! Saya kaget. Beberapa suporter dari Indonesia & Malaysia sama-sama terpancing emosinya. Beruntung suporter lain dari kedua pihak & aparat keamanan sama-sama cepat menenangkan situasi. Sampe terdengar suara seperti tembakan peringatan satu kali. Alhamdulillah situasi memanas pun tak berlanjut. Ribut terhindarkan.

Pertandingan yang tersisa beberapa menit lagi terus dilanjut. Pihak keamanan menambah jumlah personel di semua titik. Gemuruh suara suporter menyambut kemenangan tim Malaysia terdengar riuh, kompak, bikin merinding di dalam stadion. Mereka serentak mengangkat bendera, menyalakan flash handphone sembari menyanyi bersama tanda bahagia. Sementara wajah suporter Indonesia banyak yang menampakan kesedihan, sebagian lagi masih memberi dukungan semangat kepada skuad Tunas Muda hingga peluit panjang akhir pertandingan dibunyikan.

Secara umum, saya lihat situasi di luar dan di dalam stadion cukup kondusif. Tidak ada keributan antar suporter, seperti sempat dikhawatirkan. Jelang masuk stadion, banyak suporter antar dua negara yang saling foto bareng. Demikian pula usai pertandingan. Akur deh pokoknya. Soal cantiknya permainan Timnas Indonesia, semua bisa melihat di stadion maupun di layar kaca. Hanya keberuntungan yang belum kita raih.

Terima kasih suporter Indonesia. Terima kasih suporter Malaysia. Terima kasih gabungan aparat keamanan. Terima kasih semua pihak. Tanpa kerjasama yang baik, rasanya momen semi final rasa final ini tak kan berlangsung tertib, aman dan bersejarah. Bravo sepakbola Indonesia!

Jakarta, 27 Agustus 2017

Lukman H Zuhdi

**Catatan ini sudah saya posting di Fanpage Facebook saya > Lukman H Zuhdi 27 Agustus 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s