Perbankan Semakin Memihak UMKM

Umumnya perbankan hanya memberikan kucuran kredit kepada pelaku UMKM. Tentu tidak banyak bank yang mau mencarikan calon pembeli atau bahan baku produk UMKM.

Tahun 2010, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk akan semakin memfokuskan diri menggarap sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Penegasan tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama Bank Artha Graha B. Wisnu Tjandra, usai menghadiri sebuah acara di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (15/7/10).

Wisnu mengatakan, selama ini ada beberapa persoalan klasik yang selalu melilit pelaku UMKM, seperti terbatasnya bahan baku, minimnya modal dan sulitnya memasarkan produk ke pasar. Terkait permodalan, Wisnu mengakui tidak sedikit dari mereka yang hanya memiliki modal cekak untuk mengembangkan usahanya.

“Mengucurkan kredit kepada mereka gampang saja. Misalnya sekitar Rp 50 juta per UMKM. Bahkan kita sanggup mencairkan kredit kepada 100 orang. Apalagi hingga akhir tahun ini kami mengincar pertumbuhan kredit di sektor UMKM sebesar Rp 2,6 triliun atau meningkat 20 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujar Wisnu ketika ditemui Indonesia Monitor.

Dengan bekal dana yang cukup, kata Wisnu, pelaku UMKM dapat membuat produk apa saja sesuai keahliannya. Namun, masalahnya tidak berhenti sampai di situ. Ketika produk sudah jadi, ternyata mereka tidak punya akses untuk memasarkan produknya. Alhasil produk terbaiknya tidak bisa dipasarkan dan tidak ada perputaran uang dalam usahanya.

“Imbasnya, pinjaman dana yang telah dikucurkan bank tidak sanggup dikembalikan alias kreditnya macet. Bagi UMKM maupun pihak lainnya, masalah seperti ini ibarat benang kusut. Dari dulu selalu begitu. Kasihan mereka kan. Nah, sekarang tugas kami bukan mencari siapa pihak yang salah, tapi bagaimana cara mengatasinya,” tukas alumnus Sarjana Administrasi Niaga Universitas Indonesia.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, lanjut Wisnu, Bank Artha Graha menerapkan gagasan untuk membantu mereka dengan cara mencarikan calon pembeli atau pangsa pasarnya. Wisnu menyebut Artha Graha seperti ‘bapak angkat’ UMKM. Sehingga, bila Artha Graha ingin mengucurkan kreditnya kepada UMKM, maka sudah ada jaminan bahwa produknya sudah pasti akan dibeli orang.

“Karena antara pelaku dan pembeli UMKM itu satu rangkaian, tidak boleh dipisahkan. Pola semacam ini jika berjalan efektif mampu meminimalisir kredit macet. Ini juga salah satu yang membedakan Artha Graha dengan bank lainnya dalam mengucurkan kredit,” papar lelaki kelahiran tahun 1963.

Dengan demikian, sambung bankir yang bergabung dengan Bank Artha Graha tahun 1989 ini, pelaku UMKM hanya fokus memroduksi dagangannya lantaran costumernya sudah pasti. Di sisi lain, bila mereka mengalami kendala dalam mendapatkan bahan baku produk, maka Artha Graha juga siap membantu mencarikannya. Totalitas Artha Graha ini bertujuan agar dunia UMKM di tanah air semakin maju dan berkembang.

“Harus diakui, masyarakat kita banyak yang menggantungkan hidupnya pada UMKM. Fakta lain membuktikan, selama ini peran UMKM sangat besar dalam memajukan perekonomian nasional. Eksistensi  mereka tidak boleh dipandang sebelah mata. Inilah yang membuat kami kemudian konsen kepada mereka,” ucapnya menekankan.

Menyoal pengucuran kredit untuk UMKM sebesar Rp 2,6 triliun hingga akhir tahun 2010, Wisnu mengatakan, target ini cukup rasional dan optimis tercapai. Per Maret 2010 saja, portofolio perseroan untuk kredit UMKM sudah mencapai Rp 1,6 triliun. Karena itu, Artha Graha akan mengalokasikan Rp 1 triliun lagi untuk UMKM, dengan sektor utama pada pertanian.

Bank milik pemerintah juga rupanya tak mau kalah agresif dengan bank swasta. Beberapa waktu lalu, Menteri BUMN Mustafa Abubakar telah meminta komitmen bank-bank pelat merah untuk terus meningkatkan penyaluran kreditnya kepada pelaku UMKM. Penggenjotan kredit UMKM semata-mata demi kesejahteraan masyarakat.

“Selaku pemegang kuasa, kami sudah mengundang beberapa manajemen bank BUMN, seperti BRI, BNI, Mandiri, BTN, dan BSM. Mereka menyatakan siap melejitkan kredit UMKM hingga akhir tahun ini,” kata Mustafa.

Direktur UMKM BRI Bambang Soepeno mengaku pihaknya tertantang dan siap dengan permintaan para pemegang saham, meski sebelumnya BRI juga terus membidik ekspansi kredit di pasar UMKM. Diperkirakan sampai akhir tahun ini keseluruhan kredit UMKM tumbuh 22 persen atau menyentuh angka Rp l53 triliun, dengan menggenjot pembiayaan modal kerja maupun investasi ke sektor perdagangan, perkebunan dan pertambangan.

Dikatakan Bambang, potensi kredit di sektor UMKM memang masih sangat besar dengan pertumbuhan selalu di atas 20 persen setiap tahunnya. Peluang ini terutama di pasar kredit mikro dan kecil yang kualitas kreditnya masih dapat dikendalikan pada level yang aman. Pada posisi Maret 2010 saja, rasio kredit bermasalah tergolong baik dengan total  non performing loan (NPL) sebesar 4,1 persen (gross). Angka itu masih di bawah ketentuan Bank Indonesia yang menetapkan maksimal NPL 5 persen.

“Tahun ini Bank Mandiri juga mengincar pertumbuhan kredit minimal sebesar 20 persen di sektor UMKM,” timpal Direktur Mikro dan Ritel Banking Mandiri Budi Gunadi Sadikin.

Sementara itu dalam siaran persnya Selasa (13/7/10), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta pemerintah melakukan penghapusan tagih terhadap utang-utang pengusaha UKM di bank-bank BUMN. Sekjen Hipmi M Ridwan Mustofa mengungkapkan, saat ini total kredit macet (NPL) UKM di bank pelat merah berjumlah Rp 85 triliun.

Menurut Ridwan, selama ini bank BUMN hanya bisa menghapus buku (write off), namun belum bisa menghapus tagih. Melalui penghapusan tagih sebesar Rp 2 triliun dengan rata-rata plafon kredit Rp 50 juta per UKM, maka terdapat 6 juta debitur yang akan memperoleh kesempatan dan pendanaan dari bank. Adapun kredit UKM yang dihapus tagih diutamakan bagi yang memiliki usaha produktif dan per 31 Desember 2005 statusnya masih macet. (Lukman Hakim Zuhdi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s