Orang Miskin Berhak Sehat

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Nasib orang-orang miskin di Indonesia hanya bagus dalam tataran konsep pemerintah yang dituangkan dalam lembaran-lembaran kertas. Tidak sedikit undang-undang yang sebetulnya sudah mengcover beberapa hak masakin. Misalnya dalam UUD 1945 dan UU No 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan disebutkan, setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Karena itu setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan terhadap kesehatannya.

Dalam konteks ini, negaralah yang mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab mengatur terpenuhinya hak hidup sehat bagi penduduknya, termasuk bagi masyarakat miskin dan tidak mampu. Faktanya, pemerintah tak sanggup mewujudkan janjinya. Banyak masyarakat miskin yang tak bisa berobat atau mendapat layanan kesehatan gratis di rumah sakit milik pemerintah karena berbagai alasan.

Bagi orang miskin, berobat ke rumah sakit ibarat mimpi. Untuk makan sehari-hari saja mereka harus pontang-panting, apalagi dituntut membayar biaya berobat yang sekarang tarifnya gila-gilaan. Jika tidak ada yang menolong, maka pilihan mereka membiarkan virus-virus penyakit terus berkembang biak hingga melumpuhkan fungsi berbagai organ tubuhnya. Pada akhirnya, mereka meregang nyawa dalam balutan angin surga yang dihembuskan pemerintah.

Suka atau tidak, orang miskin tidak saja berhak sakit, tapi juga berhak sehat. Hidup mereka tidak boleh semakin terlunta lantaran ketidakberdayaan fisiknya. Pertanyaannya, bagaimana agar mereka bisa keluar dari kemelut ini? Uluran tangan para donaturlah yang membuat mereka mampu berobat secara cuma-cuma. Melalui pemberian dana zakat, infaq dan sedekah (ZIS), para dermawan bisa membantu proses kesembuhan mereka.

Hanya saja, jumlah para muzakki yang peduli terkadang tidak sebanding dengan jumlah orang miskin yang sakit. Selain itu, kesibukan para muzakki membuat upayanya tidak total dalam mengawal pengobatan mereka. Pada titik ini, agama memberi solusi praktis, yakni menganjurkan para muzakki untuk menitipkan dana ZIS-nya kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang berpengalaman menangani orang miskin yang sakit (mustahik). Sementara itu, para muzakki diperkenankan memberikan rekomendasi mustahik yang diharapkan dapat dibantu.

Di Indonesia, banyak LAZ yang punya tugas seperti itu. Salah satunya Dompet Dhuafa (DD), yang mendirikan klinik Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC). Program-program LKC dirancang secara strategis, efektif, efisien, dan terukur yang bertujuan membantu melayani kebutuhan kesehatan kaum dhuafa. Sejak diluncurkan tahun 2001 hingga kini, LKC telah menolong ribuan pasien miskin yang terkena berbagai penyakit.

Seiring meningkat dan semakin kompleksnya kasus rujukan yang ditangani LKC, DD pun telah berinisiatif mendirikan Rumah Sehat Terpadu (RST), dengan layanan moderen dan kekeluargaan. Nantinya, RST benar-benar diperuntukan bagi kaum dhuafa. Inilah yang sangat disadari DD bahwa orang miskin juga berhak sehat. Namun, sejujurnya RST tidak akan pernah selesai pembangunannya tanpa kontribusi para muzakki. (Tulisan ini dimuat di Koran Tempo, hasil kerjasama dengan Dompet Dhuafa Republika untuk Ramadhan 1431 H )

2 thoughts on “Orang Miskin Berhak Sehat

  1. sempulur Agustus 24, 2010 / 4:22 pm

    Memang kenyataannya para pemangku jabatan hanya bisa bersuara, sementara kepentingan untuk kemiskinan habis karena moral korup. Sungguh Tragis dan kami hanya mampu menjerit.
    Salam kenal dari komunitas keluarga miskin, semoga sudi mengunjungi blog kami untuk menyumbang kesempatan mearih masa depan yang lebih baik dan harmonis.Terima kasih

  2. komunitasamam Agustus 24, 2010 / 4:51 pm

    yup, salam kenal balik. mksh. LHZ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s