Asuransi untuk Penderita DBD

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Penderita demam berdarah dengue sepertinya tidak perlu cemas lagi ketika masuk rumah sakit. Jika pasien kekurangan biaya berobat, perusahaan asuransi ternama yang akan menanggungnya. Syaratnya, pasien mesti punya kartu ADB dulu.

Kementerian Kesehatan RI mencatat, selama tahun 2009 penderita demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia sebanyak 155.534 orang, dengan jumlah penderita yang meninggal dunia mencapai 1.388 orang. Fakta ini jelas membuat prihatin banyak pihak, termasuk manajemen PT Asuransi Central Asia (ACA). Sebagai bentuk kepeduliannya, ACA belum lama ini meluncurkan produk baru bernama Asuransi Demam Berdarah (ADB).

Direktur Utama ACA Teddy Hailamsyah pada Rabu (12/5), di Jakarta, mengatakan, meski ADB merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR), namun ACA serius menggarapnya. Produk asuransi mikro ini diharapkkan menjadi salah satu upaya penting dalam membantu pemerintah melindungi masyarakat dari ancaman serangan nyamuk aedes aegypti.

“Ini suatu terobosan dari industri asuransi di Indonesia untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Kami ingin memberikan solusi praktis dalam bidang kesehatan agar cita-cita luhur para pendiri asuransi untuk memasyarakatkan asuransi dan mengasuransikan masyarakat dapat terwujud,” cetus Teddy.

Dijelaskan Teddy, ADB diperuntukkan bagi tertanggung yang berusia antara enam bulan hingga 65 tahun. Pemilik kartu hanya membayar premi Rp 50.000 per tahun dengan polis berlaku selama setahun. Jika satu waktu dia terkena DBD, maka perusahaan akan memberikan dana santunan mencapai Rp 2 juta. Asuransi perlindungan kesehatan ini diharapkan mampu meringankan beban biaya pasien yang menjalani perawatan DBD di rumah sakit.

“Jaminan yang diberikan ACA sudah pasti dan mudah. Artinya, jika pemilik kartu terdiagnosa DBD, maka berhak memperoleh santunan. Syarat klaimnya cukup bawa surat keterangan dokter, hasil pemeriksaan laboratorium (darah pasien trombosis kurang dari 100.000 atau antigen adalah positif karena virus demam berdarah) serta identitas diri. Untuk meluncurkan produk ADB, ACA telah melakukan survei dan penyiapan saluran distribusi selama kurang lebih empat tahun,” paparnya.

Untuk mendapatkan ADB, sambung Teddy, calon konsumen tidak perlu mengisi banyak formulir dan tidak melakukan tes kesehatan. Mereka tinggal beli, lalu mengirim SMS seperti keterangan yang ada di belakang voucher untuk verifikasi data. Kemudahan juga diberikan ACA dalam proses klaim. Konsumen dipersilakan mengirimkan SMS untuk mengajukan klaim, selanjutnya petugas ACA akan mendatangi mereka untuk memandu proses klaim.

Sebagai tahap awal, ACA memasarkan produk ADB melalui kantor cabang dan agennya di seluruh Indonesia. Selain itu, ACA juga telah menggandeng Indomaret sebagai mitra pemasaran, mengingat perusahaan waralaba ini menjual produk ritel dan memiliki karakter pelanggan masyarakat menengah ke bawah. Apalagi jaringan Indomaret di Indonesia tercatat sebanyak 4.200 minimarket. Tentunya pemasaran ADB akan semakin massif dan cepat dikenal masyarakat.

“Ke depan, ACA akan menjalin kerjasama dengan lembaga lainnya untuk mendistribusikan ADB. Misalnya dengan apotek, kantor pos atau Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang sudah memiliki jaringan luas, sehingga ADB bisa menjangkau pelosok-pelosok desa,” tuturnya.

Direktur ACA Muljadi Kusuma menambahkan, sampai akhir tahun nanti ACA berharap dapat mendistribusikan 1 juta voucher kepada para nasabah. Sejak soft launching Januari lalu saja, ADB sudah terjual sebanyak 25.000 voucher dan yang sudah teraktivasi 8.000 voucher. Jumlah yang mengajukan klaim 37 orang, klaim yang sudah dibayarkan sebanyak 25 orang dan sedang dalam proses tujuh orang. Sementara sisanya ditolak karena tidak memenuhi persyaratan klaim.

“Tapi seorang nasabah hanya boleh membeli maksimal lima voucher dengan jaminan Rp 10 juta. Jadi kalau sudah pernah sakit DBD dan jaminannya sudah keluar, maka harus membeli vocer lagi untuk tetap mendapat jaminan,” Muljadi mengingatkan.(Tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 98 Tahun II, 19-25 Mei 2010, halaman 31—)

One thought on “Asuransi untuk Penderita DBD

  1. warungopi Juli 31, 2011 / 12:57 pm

    oke juga tuh ACA boleh dong ikut jadi agen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s