UKM Center Persembahan Telkom

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Ada serangkaian faktor yang memengaruhi lanskap bisnis UKM, seperti teknologi, regulasi, budaya, pasar, kompetisi, dan pelanggan. Sebagai operator dengan portofolio layanan terlengkap, Telkom memiliki kapasitas untuk memberikan dukungan teknologi yang maksimal terhadap UKM.

Pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) atau Small and Medium Enterprises (SME) patut berbahagia. Pasalnya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) semakin menunjukan komitmennya untuk fokus menggarap bisnis UKM dengan menghadirkan SME Center sebagai pusat layanan pengembangan UKM. Peresmian UKM Center dilakukan oleh Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan yang didampingi jajaran direksi Telkom di Gedung SMESCO-UKM, Jakarta (01/04).

Menurut Syarief Hasan, saat ini mayoritas pelaku bisnis di Indonesia didominasi oleh UKM. Jumlahnya kurang lebih mencapai 51 juta unit dan pangsa pasar UKM mencapai 99,89 persen.

“Ini merupakan terobosan baru dari Telkom yang nantinya bisa menjadi stimulus bagi pelaku UKM. Mudah-mudahan langkah Telkom bisa segera diikuti perusahaan lain,” kata Syarief.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan, tujuan mendirikan SME Center antara lain untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing UKM melalui dukungan solusi ICT (Information and Communication Technology). Di samping itu, SME Center juga bisa menjadi wahana untuk menjalin kerjasama antara UKM dan Telkom serta memperkenalkan Telkom sebagai penyedia solusi TI.

“Melalui SME Center, UKM bisa mendapatkan bantuan teknis atau solusi dalam pengelolaan bisnis, pemasaran, keuangan, dan desain,” tandas Rinaldi.

Executive General Manager Divisi Business Service Telkom Slamet Riyadi menambahkan, SME Center mengemban serangkaian fungsi. Di antaranya sebagai etalase pelayanan Telkom, arena demo layanan, klinik solusi, virtual office, dan e-commerce. Sementara program rutinnya meliputi berbagai program pelatihan, dimana Telkom bekerjasama dengan dinas tenaga kerja, perguruan tinggi, perbankan, dan lembaga-lembaga asosiasi.

“Melengkapi SME Center, Telkom mengembangkan layanan SME Online dengan plasa.com sebagai konten utamnya. Plasa.com sendiri merupakan portal yang telah direvitalisasi menjadi sebuah wahana e-commerce, yang bisa dijadikan wadah bagi pelaku UKM untuk menjajakan barang dagangannya serta melakukan transaksi secara on line,” jelas Slamet Riyadi.

Benefit SME Online, sambung Slamet, antara lain memberi kemudahan proses transaksi pembayaran dan pengiriman barang serta sebagai media interaksi pedagang dan konsumen langsung. Namun yang tak kalah pentingnya untuk dijadikan pertimbangan ialah dukungan penuh Telkom Group terhadap layanan tersebut. Apalagi Telkom telah mendirikan unit bisnis tersendiri untuk melayani segmen bisnis yang sebagian besar UKM, dengan sebutan Divisi Business Service (DBS). Melalui DBS, Telkom akan memberikan pelayanan solusi ICT kepada pelanggan SME secara fokus.

“Solusi ICT sebagai business enabler yang ditawarkan umumnya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis. Di antaranya berupa aplikasi cloud computing berbasis platform as a services seperti e-UKM, e-Koperasi, aplikasi untuk BPR, pendidikan, dan sebagainya,” paparnya.

Seperti diketahui, pertumbuhan dan kontribusi SME terhadap Produk Domestik Bruto Nasional terbilang tinggi, yakni mencapai 54 persen. Sementara pertumbuhan pasar SME diprediksikan meningkat dari Rp 11,6 triliun pada tahun 2010 menjadi Rp 18,6 triliun pada tahun 2014. Slamet meyakini bahwa kebutuhan SME terhadap solusi ICT akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya tuntutan efisiensi dan globalisasi.

“Faktanya, pemanfaatan solusi berbasis ICT, yang di dalamnya melibatkan sisi aplikasi dan connectivity, merupakan sesuatu yang tak terelakan ketika perusahaan ingin keluar sebagai pemenang dalam kancah persaingan bisnis,” ujarnya.

Slamet menilai, pasar SME sangat prospektif. Perkiraan industry size-nya pada tahun 2011 mencapai Rp 12,87 triliun. Sedangkan perkiraan laju pertumbuhan tahunan atau Compound Annual Growth Rate (CAGR) untuk periode 2009-2014 sebesar 12,83 persen. SME menanamkan investasi paling besar pada sektor jasa (57 persen), disusul sektor perdagangan (20 persen) dan manufaktur (23 persen). Adapun Telkom sendiri memiliki pangsa pasar (market share) sebesar 34 persen.

Sementara itu Vice President Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menyatakan bahwa selain di Jakarta, SME Center rencananya akan hadir di kota-kota lain. Berdasarkan rencana pembangunan tahun 2010, SME Center akan didirikan di Bandung, Cimahi, Cirebon, Medan, Palembang, Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Makassar, Banjarbaru, Denpasar, dan Lombok.

“Dengan ikut aktif dalam pemberdayaan ekonomi UKM, Telkom berarti telah mengambil bagian penting dalam memajukan perekonomian nasional,” tukas Eddy. (Tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 92 Tahun II, 7-13 April 2010, halaman 29—)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s