Telkom Siap Merajai Asia

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Ada alasan yang cukup kuat bagi Telkom untuk mengganti logo, tagline dan konsep keseluruhan perusahaan. Perlu waktu yang cukup lama pula untuk memutuskan mengubah wajah dan identitas diri. Publik perlu mengetahuinya.

PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memiliki sejarah panjang, jauh sebelum Negara Indonesia dideklarasikan oleh Soekarno bersama rekan-rekan seperjuangannya. Pengabdian perusahaan ini dimulai 23 Oktober 1856, tepat saat dioperasikannya layanan telekomunikasi pertama dalam bentuk pengiriman telegraf dari Batavia (Jakarta) ke Buitenzorg (Bogor). Patutlah kiranya jika Telkom dinobatkan sebagai operator telekomunikasi tertua, terkemuka, dan terbesar di Indonesia.

Sejak kelahirannya, Telkom telah mengalami berbagai transformasi. Transformasi terakhir dilakukan saat Telkom merayakan hari jadinya yang ke 153. Vice President Public and Marketing Communication PT Telkom Eddy Kurnia menyebutnya sebagai transformasi paling besar sepanjang sejarah Telkom. Transformasi yang bersifat fundamental, menyeluruh dan terintegrasi ini menyentuh empat aspek dasar perusahaan, yakni transformasi bisnis, infrastruktur, sistem dan model operasi serta human resources.

“Kami resmi meluncurkannya bersamaan dengan New Corporate Identity Telkom pada 23 Oktober 2009, untuk menyambut era baru Telkom sebagai satu-satunya perusahaan TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment) terbesar di negeri ini. Keputusan dan langkah spektakuler ini untuk menjawab tantangan lingkungan bisnis baru, seiring perubahan yang terjadi pada berbagai aspek kehidupan, seperti perubahan teknologi dan life style,” tegas Eddy Kurnia kepada Indonesia Monitor, Minggu (08/02).

Menurut Eddy, proses transformasi sudah tidak bisa ditunda lagi. Untuk mengantisipasi gaya hidup masa depan, Telkom pun beralih dari ‘separate providers’ menuju ‘single provider’. Sehingga, ditetapkanlah TIME sebagai portofolio bisnis yang baru.

Logo Baru Telkom
Logo Baru Telkom

“Hadirnya portfolio bisnis baru ini sejalan dengan positioning baru Telkom, yakni life confident, dengan mengusung lima nilai baru (expertise, empowering, assured, progressive, dan heart). Sedangkan tagline baru Telkom adalah The World is in Your Hand (sebagai pengganti Committed 2U),” tukas Eddy.

Eddy mengemukakan, Telkom telah berubah dari perusahaan InfoCom menjadi TIME Company, dengan menumbuhkan bisnis new wave di satu sisi, sambil tetap mengoptimalkan atau mempertahankan bisnis tradisional berbasis legacy yang masih mengalirkan arus kas positif di sisi lain. Sebagai upaya mempertahankan bisnis tradisionalnya, Telkom mengoptimalkan jaringan saluran tetap kabel (fixed wireline), penyelarasan terhadap layanan seluler dan fixed wireless access (FWA), memisahkan FWA sebagai unit bisnis tersendiri, serta merampingkan portfolio anak perusahaan.

“Kami harap dengan fokus berbasis TIME akan membuat Telkom menguasai 60% pendapatan dari industri new wave,” kata Eddy.

New wave yang dimaksud Eddy Kurnia adalah bisnis baru di industri teknologi komunikasi informasi yang tidak hanya mengandalkan sektor telekomunikasi, melainkan beralih kepada konten, portal, media, dan solusi teknologi informasi. Dengan demikian, infrastruktur telekomunikasi hanya dijadikan sebagai tulang punggungnya saja. Saat ini,  new wave business baru berkontribusi sekitar 20% bagi total pendapatan Telkom.

Sementara perubahan mendasar dari sisi brand, sambung Eddy, tidak lain untuk meningkatkan citra perusahaan di mata seluruh stakeholder. Dengan corporate identity baru, Telkom menerapkan budaya baru, yakni komitmen, spirit, promise, product and service quality serta service culture yang sama sekali baru.

“Muaranya, melalui citra baru diharapkan Telkom dapat memberikan sebuah pengalaman baru, yaitu  layanan yang lebih baik dari operator mana pun yang pernah mereka (stakeholder) kenal dan rasakan. Intinya, layanan terbaik wajib kami nomor satukan,” Eddy meyakinkan.

Terkait logo baru Telkom, Eddy menegaskan bahwa sejauh ini penerimaan masyakarat dan stakeholder cukup positif. Apalagi logo baru Telkom terasa lebih fresh, muda, energik, dinamis, dan sesuai perkembangan, ketimbang logo lama.

“Kami berkonsultasi dengan Brand Union untuk menciptakan logo ini. Sebelum menunjuk mereka, kami telah melakukan analisis dan survey yang sangat serius. Mereka bukan konsultan sembarangan, karena pengalamannya pernah menggarap logo perusahaan-perusahaan kelas dunia, seperti perusahaan telekomunikasi ternama Vodafone. Kalau di Indonesia, mereka yang membuat logo Bank Mandiri. Nah, jika ditanya berapa biayanya untuk membuat logo baru, kami kira itu bukan untuk konsumsi publik,” cetus Eddy.

Dengan adanya transformasi secara total, menurut Eddy Kurnia, visi Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia, dan akan berlanjut ke kawasan Asia Pasifik. Sedangkan misinya memberikan layanan  One Stop InfoCom Services with Excellent Quality and Competitive Price and To Be the Role Model as the Best Managed Indonesian Corporation, dengan jaminan bahwa pelanggan akan mendapatkan layanan terbaik, berupa kemudahan, produk dan jaringan berkualitas, dengan harga kompetitif.

“Telkom akan mengelola bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul, penggunaan teknologi yang kompetitif serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan saling mendukung secara sinergis. Jadi, semua yang dilakukan Telkom sebenarnya memang untuk kepentingan publik, bukan untuk Telkom semata,” Eddy Kurnia mengingatkan. (Tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 84 Tahun II, 10-16 Februari 2010, halaman 26)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s