Kawasan Transmigrasi Semakin Bertambah

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Mulai saat ini, gubernur dan bupati harus ikut bertanggung jawab terhadap program transmigrasi. Ini untuk menghilangkan kesan bahwa seakan kewenangan dan kebijakan transmigrasi hanya ditentukan dari Jakarta. Sebuah terobosan yang patut diapresiasi.

Dalam kurun waktu lima tahun mendatang, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan membangun dan mengembangkan 219 Kawasan Transmigrasi. Direktorat Jenderal Pembinaan Pengembangan Masyarakat dan Kawasan Transmigrasi (Dirjen P2MKT) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Djoko Sidik Pramono mengatakan, rencana program itu sudah digagas dalam acara Temu Nasional Transmigrasi, belum lama ini.

Menurut Djoko Sidik, sebanyak 31 gubernur dan 41 bupati telah sepakat akan melaksanakan dan mendukung pembangunan transmigrasi di daerahnya masing-masing, melalui mekanisme Kerjasama Antar Daerah (KSAD). KSAD adalah kerjasama antara pemerintah daerah asal transmigrasi dengan pemerintah daerah tujuan atau penempatan transmigrasi.

“Kerjasama tersebut menyangkut berbagai hal, antara lain masalah pendidikan dan kualitas transmigran. Jadi, sekarang bupati asal dan bupati tujuan transmigrasi saling bantu-membantu dan ikut bertanggung jawab dalam program transmigrasi. Kami (Kementerian) sebatas merencanakan, memberikan dana bantuan dan memonitor perkembangannya. Berdasarkan pengalaman beberapa waktu lalu, seakan transmigrasi itu hanya program dari pemerintah pusat. Tapi, sekarang polanya diubah,” terang Djoko Sidik kepada Indonesia Monitor, Sabtu (06/02).

Program pembangunan kawasan transmigrasi, lanjut Djoko, salah satunya didasarkan pada semangat otonomi daerah untuk mengembangkan kawasan-kawasan tertinggal, perbatasan dan terpencil, utamanya lagi mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan semakin banyaknya KSAD, diharapkan kepada para gubernur dan bupati dapat menyediakan lahan dan memetakan potensi komoditas unggulan serta inventasi yang akan dibutuhkan.

Djoko menjelaskan, kawasan transmigrasi adalah kawasan budidaya intensif yang ditetapkan untuk menampung perpindahan penduduk secara menetap dalam jumlah besar dengan susunan fungsi-fungsi kawasan tertentu. Misalnya sebagai tempat permukiman, pelayanan jasa pemerintah sosial dan kegiatan ekonomi untuk menumbuhkan pusat pertumbuhan ekonomi.

“Dalam operasionalnya, kawasan transmigrasi salah satunya berpotensi untuk pengembangan komoditas unggulan. Dari catatan kami, untuk periode tahun 2008 sampai 2011, telah dan akan dikembangkan komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, dan coklat. Itu ada di 44 kawasan transmigrasi Kota Terpadu Mandiri (KTM), yang akan menyerap investasi sebesar 12 triliun dengan luasan kebun lebih kurang 400.000 Ha,” imbuhnya.

Patut diingatkan, kata Djoko, dari rencana pengembangan 219 kawasan transmigrasi,  tidak seluruhnya masuk katagori KTM. KTM adalah kawasan transmigrasi yang pembangunan dan pengembangannya dirancang untuk tumbuh menjadi sebuah kota. Fungsi utamanya untuk pemukiman, pelayanan pemerintahan, pelayanan jasa sosial dan ekonomi melalui pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Djoko menambahkan, KTM terbagi dua, yakni KTM andalan nasional dan KTM yang belum masuk andalan nasional. KTM andalan nasional ialah KTM yang telah disetujui dan dianggarkan oleh Bappenas, yang hingga kini jumlahnya mencapai 15 kawasan. KTM katagori ini dalam implementasinya didukung lintas sektor secara penuh. Sehingga, ke depan diharapkan mempunyai prospek yang lebih cerah, baik dari aspek ekonomi, sosial maupun bidang lainnya.

“Sedangkan yang belum masuk KTM andalan nasional ada 29 kawasan, karena prosesnya masih berjalan. Sampai sekarang, kami memang mencanangkan 44 KTM. Dengan membangun KTM-KTM yang dirancang secara holistik dan komprehensif, maka diharapkan akan menjadi peta perekonomian desa dan memberi peluang investasi untuk membuka lapangan kerja. Sehingga, pada akhirnya dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan di daerah,” Djoko meyakinkan.

Djoko mengemukakan, KSAD kali ini ditandai dengan penandatanganan 71 naskah kesepakatan bersama antar pemerintah provinsi daerah asal dengan daerah tujuan transmigrasi. Daerah asal adalah NTT, NTB, Bali, Jatim, DIY, Jateng, Jabar, Banten dan Lampung. Sedangkan daerah penempatan ialah Sumut, Jambi, Bengkulu, Babel, Sumsel, Riau Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulteng Gorontalo, Sulsel, Sultra, Sulbar, Maluku dan Maluku Utara.

“Itu terdiri atas 62 naskah perpanjangan dan 9 naskah baru, yang dilakukan oleh masing-masing gubernur. Dengan ditandatangani 71 naskah KSAD tersebut, maka hingga saat ini sudah 188 naskah KSAD antar gubernur yang sepakat untuk melakukan peningkatan pembangunan transmigrasi di daerahnya masing-masing. Dalam minggu ini, Kementerian akan mengadakan Temu Nasional Transmigrasi Kedua di Jakarta, untuk penandatanganan KSAD baru, yang dihadiri banyak kepala daerah,” tandas Djoko. (Tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 84 Tahun II, 10-16 Februari 2010, halaman 29)

One thought on “Kawasan Transmigrasi Semakin Bertambah

  1. udina Februari 15, 2013 / 4:05 am

    kami warga trans puncak kab gorontalo berterima jkasih kepada bapak mentri melalui P2MKT yang telah banyak membantu kami .didaerah pemukiman kami ada lembaga koperasi yang resmi dibentuk oleh warga trans tapi tidak disetujui oleh dinas kabupaten malah mereka bentuk lagi koperasi lain itu ditandai dari badan hukum. dan koperasi kami belum tersentuh bantuan apapun dari program P2MKT . sementara yang satu udah muntah bantuan ……
    ini laporan akan kami kirim ke mentri melalui teman yang dipusat juga waega yang lebih dulu pulang meninggalkan lokasi dan perlu bapak ketahui rumah yang ditinggalkan warga jawa sekarang dengan mudah diperjual belikan oleh pemerintah setempat.. tolong tanggapannya agar tidak berujung perselisihan karna kecemburuan …. tolong pak bu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s