ATM Mandiri Bakal Lebih Canggih

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Lantaran tak mau kecolongan ATM-nya dibobol para penjahat, Bank Mandiri berencana membeli banyak ATM baru dari produsen ATM terbaik di dunia. Langkah ini semata-mata demi menjaga kepercayaan para nasabah.

Peristiwa pembobolan kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) melalui skimming data yang melanda wilayah Bali dan beberapa daerah lain pada pertengahan Januari 2010, cukup menampar dunia perbankan. Skimming data yaitu pencurian data nasabah yang tersimpan di dalam kartu dan pencurian atau pengintipan PIN di mesin ATM melalui kamera yang dipasang oleh pelaku.“Kejahatan skimming data adalah murni tindakan kriminal dan bisa terjadi kepada siapa pun. Karena itu, perlu kerja sama pihak perbankan dengan penegak hukum dan masyarakat untuk memahami serta memerangi kejahatan perbankan supaya kasus seperti itu tidak terjadi kembali. Ini disadari betul oleh Bank Mandiri,” kata Senior Vice President Mass & Electronic Banking Bank Mandiri Widhayati Darwaman kepada Indonesia Monitor, Minggu (07/02).

Widhayati mengatakan, meski tak ada nasabah Bank Mandiri yang menjadi korban skimming data, namun Bank Mandiri akan meremajakan seluruh ATM sekaligus mendatangkan ATM baru. Rencananya, pada tahun 2010 Bank Mandiri akan membeli sebanyak 2.500 ATM baru dengan teknologi yang lebih canggih dan lebih baik lagi dari sisi keamanannya.

“Kehadiran ATM baru untuk menambah jumlah ATM Bank Mandiri agar semakin banyak, sehingga nasabah selalu merasa dekat dengan Bank Mandiri. Sekadar catatan, Bank Mandiri telah memiliki lebih dari 4.420 ATM, yang tersambung dalam jaringan ATM Link dengan jumlah total 11.546 ATM dan 17.000 jaringan ATM Bersama,” tukas Widhayati.

Terkait pembelian ATM baru, beber Widhayati, Bank Mandiri sudah merencanakannya sejak tahun lalu. Dari aspek security maupun kemampuan aplikasi, ATM baru milik Bank Mandiri akan lebih meningkatkan kenyamanan, kemudahan, dan keamanan transaksi bagi para nasabah, apalagi dilengkapi dengan CCTV (Closed Circuit Television).

“Kalau untuk sistem operasional dan kesiapan teknologinya, kami masih melakukan evaluasi lebih lanjut. Mohon maaf, untuk saat ini kami belum bisa membocorkannya kepublik. Sementara sumber daya manusia Bank Mandiri sudah siap 100 persen. Diharapkan, pertengahan tahun ini sudah bisa kami launching. Sebenarnya, ATM baru ini untuk melengkapi sistem maupun alat yang sudah ada pada ATM lama, seperti alat anti-skimmer, anti-card trapping, dan pin cover,” kata Widhayati.

Widhayati tidak mau menyebutkan berapa jumlah total dana yang harus dikeluarkan Bank Mandiri untuk mendatangkan ATM baru. Begitu pun saat disinggung di negara mana Bank Mandiri membelinya. Semuanya masih dirahasiakan. Wanita yang dikenal ramah itu hanya menyebut beberapa negara yang selama ini mampu memproduksi mesin ATM, seperti Jerman, Cina, Brazil, dan Amerika Serikat.

“Yang jelas, kami akan membeli ATM dari produsen ATM terbaik di dunia,” Widhayati tersenyum.

Sebanyak 2.500 ATM baru akan didatangkan secara bertahap. Mula-mula, lanjut Widhayati, sekitar 1.000 ATM untuk mengganti ATM lama yang tersebar dimana-mana, utamanya di berbagai kantor cabang Bank Mandiri. Alasan penggantian ATM karena ATM lama sudah tua dan tidak bisa diupgrade lagi sistem maupun aplikasinya. Sedangkan ATM baru sisanya akan didatangkan pada waktu berikutnya.

“Sebetulnya, tanpa peristiwa pembobolan tersebut, selama ini kami terus memperbaiki, memodernisasi, dan menguatkan sistem teknologi informasi ATM, meski tidak seagresif sekarang,” Widhayati meyakinkan.

Widhayati menyatakan, pimpinan Bank Mandiri sudah menginstruksikan bahwa semua cabang dan koordinator elektronik banking Bank Mandiri harus terus memantau, meningkatkan kewaspadaan serta melaporkan jika ada indikasi yang mencurigakan di seluruh ATM. Patroli keamanan ke ATM dan edukasi ke petugas keamanan juga dioptimalkan untuk mengantisipasi kejahatan perbankan melalui ATM.

“Di sisi lain, kami tak henti-hentinya melakukan edukasi kepada para nasabah. Misalnya menginformasikan cara yang aman mengambil uang di ATM dan mengingatkan nasabah agar tidak memberikan PIN atau password kepada orang yang tidak dikenal. Jadi, berbagai upaya coba kami lakukan untuk mencegah kejahatan di ATM,” ujarnya.

Pada intinya, menurut Widhayati Darwaman, Bank Mandiri berkomitmen untuk selalu siap menjaga kepentingan nasabah dengan terus berusaha mengembangkan teknologi dan operasional perbankan demi kenyamanan dan keamanan transaksi nasabah. Salah satu bank terkemuka di Indonesia ini memang memiliki banyak nasabah yang meliputi segmen usaha Corporate, Commercial, Micro & Retail, Consumer Finance dan Treasury & International Banking. (Tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 84 Tahun II, 10-16 Februari 2010, halaman 31)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s