Kemampuan Para Teknisi Hino Kian Matang

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Sebagai perusahaan spesialis kendaraan niaga asal Jepang yang telah berdiri di Indonesia sejak 1982, Hino terlihat semakin dewasa. Perusahaan yang konsen memproduksi Hino katagori 2 (truk kecil/Dutro) dan Hino katagori 3 (truk besar/Ranger) ini terus memperlihatkan kelasnya. Kali ini, pembuktian melalui perluasan workshop dan training center guna mengembangkan kemampuan para teknisinya.

Gebrakan demi gebrakan terus dilakukan main distributor kendaraan komersil PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) dalam dua bulan terakhir. Sebuah langkah besar terjadi menjelang tutup tahun 2009, dimana PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) telah memperluas pabriknya di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Purwakarta, Jawa Barat. Pabrik Hino yang semula hanya 23.000 m2, meningkat jadi 53.404 m2. Dengan demikian, luas area pabrik seluruhnya 120.000 m2.

Perluasan pabrik tersebut dibarengi dengan peningkatan kapasitas produksi lebih dari tiga kali lipat. Sehingga, kini Hino Indonesia menjadi satu-satunya distributor luar negeri terbesar Hino. Teroboson Hino lainnya adalah peluncuran sebanyak 27 varian Hino Dutro baru, pertengahan Januari 2010. Seiring dengan itu, layanan purna jual pun turut bergerak ke tahapan selanjutnya yang lebih baik.

“Hari ini, Hino meresmikan perluasan dan pengembangan workshop dan training center-nya. Semua upaya ini sejalan dengan jargon HMSI tahun ini, yaitu Move To The Next Stage,” kata Vice President Director HMSI Jusak Kertowidjoyo kepada Indonesia Monitor, di Jatake, Tangerang, Jumat (29/01).

Menurut Jusak, pengembangan workshop dan training center adalah sebagai bukti komitmen Hino untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan maupun kuantitas pusat layanan service (outlet). Hino memang selalu ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggannya. Saat ini, Hino tercatat telah memiliki 74 outlet service di Indonesia.

“Tahun ini kami menargetkan penambahan 9 outlet lagi. Sehingga, nanti jumlah seluruhnya menjadi 83 outlet,” cetus Jusak optimis.

Jusak mengungkapkan, untuk pengembangan workshop dan pusat pelatihan di Jatake, Hino harus mengeluarkan keuangan perusahaan sebesar Rp 4 milyar.  Uang itu untuk penambahan stall (bay) service kendaraan yang semula berjumlah 6 menjadi 13 stall. Selain itu, dana digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan sistem pembelajaran training center. Misalnya pengadaan mobil workshop yang akan digawangi dua teknisi yang siap bekerja 24 jam.

“Untuk tahun 2010, jumlah part outlet juga direncanakan meningkat dari 912 menjadi 1200. Penambahan ini tentu saja untuk memudahkan pelanggan mendapatkan suku cadang Hino,” lanjut Jusak.

Sementara itu, Executive Officer Technical, Service & Sparepart PT HMSI Irwan Supriyono mengatakan, kualitas pelayanan outlet service tidak memuaskan jika tidak ada sumber daya manusia (baca teknisi) yang handal dan profesional. Karena itu, training center HMSI di Jatake mengembangkan suatu program pelatihan, yakni Hino Technicians Management Trainee (HTMT), atau yang lebih dikenal dengan Hino School.

“Pelatihan berlangsung selama 6 bulan, dengan komposisi pelajaran 40% teori dan 60% praktek (on-job-training). Ini bertujuan untuk membuat standarisasi kemampuan teknis, efisiensi dan kualitas hasil kerja para teknisi Hino,” tukas Irwan.

Irwan menambahkan, sebagai tanggung jawab sosial bagi masyarakat sekitar Jatake, HMSI juga telah menyiapkan angkatan kerja terlatih. Salah satu caranya melalui kerjasama dengan sekolah-sekolah kejuruan di Indonesia, khususnya di Kotamadya dan Kabupaten Tangerang.

“Sepenuhnya kami siap membantu sekolah kejuruan dalam memberikan materi pengajaran tambahan untuk motor bakar diesel dan penggeraknya. Selanjutnya kami pun berencana melakukan kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kotamadya dan Kabupaten Tangerang untuk menyiapkan tenaga kerja terlatih melalui pendidikan tambahan yang diselenggarakan di training center HMSI,”  Irwan meyakinkan. (Intisari dari tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 83 Tahun II, 3-9 Februari 2010, halaman 29)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s