Presdir PT WIKA: Perusahaan Maju, Karyawan Harus Sejahtera

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Dalam dunia konstruksi, nama PT Wijaya Karya tidak asing lagi. Badan Usaha Milik Negara ini sudah melanglang buana. Kiprah dan prestasinya tak sebatas di dalam negeri. Di luar negeri, proyek-proyek besar tetap digarapnya.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. tengah membidik proyek-proyek di luar negeri, seperti di Libia, Tunisia, dan Arab Saudi. Di Libia, menurut Presiden Direktur PT Wijaya Karya (WIKA) Bintang Perbowo, WIKA berencana menggarap pembangunan rumah susun (rusun) milik Pemerintah Libia.

“Pertengahan Januari ini kami sudah mengirim tim untuk melakukan survei dan penjajakan. Kami ingin tahu seperti apa yang

Bintang Perbowo, Dirut Wika
Bintang Perbowo, Presdir Wika

dikehendaki mereka. Diharapkan Semester I kami sudah bisa teken kontrak. Nilai kontraknya sekitar 500 milyar rupiah,” ujar Bintang Perbowo kepada Indonesia Monitor, di Restoran Ming, Kuningan, Jakarta, Senin (18/01). 

Menurut Bintang, saat ini Libia termasuk negara yang sedang giat membangun infrastuktur. Maklum, negara kaya minyak ini baru membuka diri setelah lama diembargo. Selain pembangunan rusun, kemungkinan besar ada proyek pembangunan pusat perbelanjaan dan infrastuktur jalan. Untuk mengerjakan proyek tersebut, WIKA digandeng oleh Benamor, mitra kerjanya.

“Wika yang menyediakan tenaga ahlinya, karena mereka (Benamor) nggak punya. Profit sharingnya 20:80. Kami 20, mereka 80. Kami tidak ingin mengambil bagian terlalu besar, karena tidak sanggup jika ada risikonya, mengingat pengerjaan proyek ini di negara orang,” jelas Bintang.

Di Arab Saudi, kata Bintang, WIKA mendapat tawaran untuk menggarap proyek  pembangunan asrama haji dan industrial building, dengan nilai kontrak 1 triliun rupiah. Saat ini, tim WIKA masih melakukan penjajakan. Sementara untuk proyek di Tunisia, WIKA baru melakukan tahap pembicaraan untuk mengetahui bentuk proyek yang akan digarap.

“Tahun ini, kami menargetkan hasil kontrak dari luar negeri antara 10-15 persen dari omset. Untuk mengerjakan proyek di luar negeri, kami tidak mau gegabah. Biasanya kami perlu waktu tiga bulan untuk litigasi risiko. Kami juga tidak ingin mengerjakan sendiri, meski secara teknis dan SDM disanggupi WIKA. Namun, ada hal lain yang patut diperhitungkan, seperti aspek keuangan, perpajakan dan networking,” bebernya beralasan.

Menyinggung proyek berskala besar di dalam negeri, Bintang mengemukakan bahwa WIKA masih menanti pengumuman pemerintah untuk pemenang proyek di Makassar dan Medan. Di Makassar, WIKA mengikuti tender pembangunan penyimpanan gas milik PT Pertamina senilai Rp 400 miliar, serupa dengan proyek di Medan senilai Rp 350 miliar.

“Yang masuk tender ada empat perusahaan. Mudah-mudahan WIKA yang menang. Doakan saja, yah,” tukas Bintang sembari menyantap daging panggang.

Bintang menargetkan, pada 2010 WIKA akan memperoleh total order book (kontrak dihadapi) sebesar Rp 20,82 triliun atau naik sebesar 21,1% dari target 2009. Perolehan kontrak ini termasuk carry over dari 2009 sebesar Rp 10,72 triliun dan kontrak baru pada 2010 sebesar Rp 10,09 triliun.

“Dari total kontrak baru diproyeksikan +/-64% diperoleh dari proyek-proyek Pemerintah dan BUMN. Sisanya diperoleh dari sektor swasta. Komposisi perolehan kontrak baru masih tetap didominasi oleh WIKA Induk dengan komposisi terhadap anak perusahaan sebesar 62% : 38%,” tandasnya.

Sektor konstruksi yang terdiri dari general construction, building constrution,  mechanical/ electrical, dan energy, lanjut Bintang, masih memberikan kontribusi yang dominan dengan target nilai kontrak baru sebesar Rp 7,22 triliun. Sedangkan dari sektor non konstruksi yang terdiri dari industri beton pracetak, realty/property serta industri/perdagangan, ditargetkan dapat memperoleh omset kontrak baru sebesar  Rp 2,87 triliun.

Adapun belanja modal (Capital Expenditure/CAPEX) yang dianggarkan WIKA untuk  2010 sebesar Rp 412,6 miliar. CAPEX tersebut terdiri dari Rp 118,6 miliar untuk investasi aset tetap  dan  Rp 294 miliar untuk pengembangan usaha. Artinya, CAPEX yang dianggarkan tahun ini naik 28,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami optimis target RKAP 2010 yang baru saja ditetapkan oleh Dewan Komisaris dan Direksi dapat dijalankan dengan baik seiring membaiknya kondisi ekonomi serta iklim investasi di Indonesia,” Bintang optimis.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan 11 Maret 1960. Perseroan ini awalnya perusahaan yang bergerak di bidang pekerjaan instalasi. Lambat laun, WIKA berkembang menjadi perusahaan yang sehat dengan empat pilar bisnis utama, yaitu usaha jasa konstruksi, industri, perdagangan, dan realti.

Visi WIKA, sebagaimana disampaikan Bintang, menjadi perusahaan terkemuka dalam industri konstruksi dan enjiniring di Asia Tenggara. Sementara misinya mempelopori pengembangan industri konstruksi dan enjiniring yang berkualitas dan memenuhi kepuasan semua pihak yang berkepentingan. Tak terasa, kini usia WIKA telah memasuki 50 tahun. Bintang menyebutnya sebagai Golden Step to The Best.

“Sebagai catatan menjelang ulang tahun WIKA, kami ingin bukan hanya besar dari sisi omset, tapi juga laba yang cashflownya sangat mendukung positif bagi perusahaan. Kalau perusahaan maju, para karyawan seharusnya sejahtera. Itu harus beriringan, biar mereka selalu ada motivasi. Artinya, kesejahteraan karyawan WIKA harus lebih baik dari karyawan para kompetitornya,” harap Bintang mengakhiri perbincangan. (Tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 82 Tahun II, 27 Januari-2 Februari 2010, halaman 26)

3 thoughts on “Presdir PT WIKA: Perusahaan Maju, Karyawan Harus Sejahtera

  1. ary dwi p Mei 14, 2010 / 3:16 am

    selamat pagi mau tanya apakah ada lowongan
    lulus setara SMU .saya tunggu balasan nya terima kasih W

  2. ary dwi p Mei 14, 2010 / 3:17 am

    selamat pagi . ada info tenttang lowongan pekerjaan setara SMU .

  3. Ace Fatoni Juni 3, 2011 / 2:21 am

    Surat Permohonan
    Mandor yang di rugikan oleh sebab akibat keputusan / Pemutusan Kontrak secara Emosional Oleh Pejabat USAID pada Pt. Wijaya Karya.

    1. mohon di tindak lanjut tentang kleim atas nama : H. Aca Fatoni pada proyek rehabilitsi kontruksi Acerh section 4 lamno loand Usaid ( owner ) main kotrktor Pt. Wijaya Karya.sebesar 3,5 M. kleim tersebut timbul karma pemutusan kontrak oleh usaid kepada Wijaya Karya sehingga menimbulkan kerugian kepada sub kontraktor. Atas nama tersebut di atas.sebagai main kontraktor Pt Wijaya Karya, harus bertanggung jawab kepada subcontnya. Merupakan pembinaan pada mitranya.
    2. Penyimpangan pembayaran pada menegment keuangan proyek section 4 pada kolom pemotongan : PPH 23 , Galian C, Pinjaman, peralatan…penyimpangan yang di anggap oleh saya adlah potongan galian C, yang total kesuluhannya Rp, 368,110,300.juta.seharusnya itu tidak terjadi pemotongan dikarnaka analisa harga satuan yang di ajukan subcont tidak termasuk Galian C. maka dengan ini, saya mohon direktur Utama, direktu Keuangan dapat menindak lanjuti.( No bukti pemotongan kas : 150039/04/K/08 sampai dengan No bukti kas : 150512/04/K/08 dengan total Rp , 368,110,300.nilai ini di luar kleim yang saya ajukan pada bulan Agustus 2008.jika itu memang hak saya dan terbukti secara Hukum Kontrak mohon di bayar sebelum saya saya mengupayakan pada jalur Hukum. No Hp yang dapat di hubungi : 081906200580 A/n H.Ace Fatoni.
    3. Demikian Surat ini saya sampaikan agar dapat segera di tindak lanjuti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s