Tekad BNI Menjadi Bank Kebanggaan Negara

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Bank Negara Indonesia merupakan satu-satunya Bank Persepsi penerimaan negara yang berasal dari wajib pajak yang ada di luar negeri.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia. Corporate Secretary PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Intan Abdams Katoppo mengemukakan, belum lama ini BNI telah ditunjuk sebagai Bank Persepsi penerimaan negara yang berasal dari pajak atau non pajak untuk APBN 2010-2012.

Di samping itu, kata Intan Abdams, BNI menjadi Bank Operasional I untuk pengelolaan pengeluaran negara. Bank Persepsi adalah bank umum yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk menerima setoran penerimaan negara bukan dalam rangka impor, yang meliputi penerimaan pajak, cukai dalam negeri, dan penerimaan bukan pajak.

“Sebagai Bank Persepsi, BNI ditunjuk untuk menerima pembayaran penerimaan negara dari pajak atau non pajak ditujuh dari 11 Kantor Wilayah Pajak atau di 64 Kantor Pelayanan Pajak Negara (KPPN) dari 178 KPPN di seluruh Indonesia,” papar Intan Abdams, kepada Indonesia Monitor, Minggu, (03/01).

Sedangkan sebagai Bank Operasional I, menurut Intan Abdams, semua outlet BNI sejumlah 1.016 siap menjadi mitra KPPN dalam mengelola pengeluaran negara yang lebih transparan. Lebih dari itu, pengelolaannya dapat dipertanggungjawabkan dan berkelanjutan.

Intan Abdams menggambarkan, syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah bank agar dapat ditunjuk sebagai Bank Persepsi tidaklah mudah. Selain berstatus sebagai Bank Umum, bank harus memenuhi kriteria tingkat kesehatan selama 12 (dua belas) bulan terakhir minimal tergolong cukup sehat.

Selain itu, bank didukung dengan peralatan yang memadai dan bersedia diperiksa atas pelaksanaan pengelolaan setoran penerimaan negara yang diterima. Ada pula beberapa syarat yang harus dipenuhi Bank Persepsi agar dapat menerima penyetoran penerimaan pajak. Satu di antaranya, bank memiliki jaringan sistem informasi yang terhubung langsung secara online antara kantor pusat dan seluruh atau sebagian kantor cabangnya.

“BNI sudah memenuhi semua persyaratan itu. Sejak awal BNI siap 100 persen, baik sistem informasi, sumber daya manusia maupun hal lainnya,” tukas Intan Abdams Katoppo meyakinkan.

Pada saat yang sama, sambung Intan Abdams, BNI juga ditunjuk menjadi Bank Devisa Persepsi yang khusus menerima pembayaran penerimaan negara terkait kepabeanan (ekspor/impor). Dengan begitu, nanti ada 42 cabang BNI yang berlokasi di pintu masuk atau keluar, yaitu di bandara atau pelabuhan, untuk menerima pembayaran penerimaan negara terkait dengan kepabeanan.

“Penunjukkan ini dilakukan setelah BNI menjadi bank pemenang tender. Surat penandatanganan perjanjian kerjasama antara Dirut BNI dengan Dirjen Perbendaharaan Depkeu sudah ditandatangani akhir Desember 2009. Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati) sebagai saksinya,” terang Intan Abdams.

Lebih lanjut Intan Abdams menegaskan, BNI merupakan satu-satunya Bank Persepsi penerimaan negara yang berasal dari wajib pajak yang ada di luar negeri. Sejauh ini BNI telah mengembangkan sistem aplikasi modul penerimaan negara (MPN) dilima cabang luar negeri.

“Itu ada di BNI London, BNI New York, BNI Tokyo, BNI Hong Kong, dan BNI Singapura. Layanan ini akan memudahkan Wajib Pajak, Wajib Setoran Wajib Bayar yang ada di luar negeri untuk melakukan pembayaran secara online,” bebernya.

Intan Abdams mengutip pernyataan Dirut Utama BNI Gatot Mudiantoro Suwondo bahwa hal tersebut merupakan komitmen BNI sebagai bank nasional yang berperan dalam menjembatani antara dunia dan Indonesia (bridging the world and Indonesia). BNI sudah memiliki infrastruktur dan jaringan luas untuk mendukung pengelolaan keuangan Departemen Keuangan RI sebagai sebagai salah satu prime customer BNI.

Dikatakan Intan Abdams, hingga saat ini BNI telah memiliki  lima cabang luar negeri serta perwakilan di beberapa negara di Timur Tengah. Sekadar catatan, BNI mempunyai 1.173 cabang dan sentra kredit yang tersebar di seluruh Indonesia serta 55 cabang syariah.

“Untuk jaringan elektronik, BNI memiliki 4.000 ATM ditambah 10.000 ATM LINK dan 15.000 ATM Bersama serta fasilitas phonebanking 24 jam BNI Call. Semua upaya dan inovasi itu diperuntukan untuk memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kepada seluruh nasabah serta selaku mitra pilihan utama (the bank choice),” tandas Intan Abdams.

Menurut Intan Abdams, visi BNI memang ingin menjadi bank kebanggaan nasional yang unggul, terkemuka dan terdepan dalam layanan dan kinerja. Sehingga, nilai kenyamanan dan kepuasan dapat dirasakan oleh pihak-pihak yang selama ini menggunakan jasa BNI.

Hal tersebut tentu saja tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang BNI. Perlu diketahui, BNI berdiri sejak 1946. Dulu, BNI dikenal sebagai Bank Negara Indonesia, yang merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Seiring berjalannya waktu, BNI pun terus berbenah dan beradaptasi terhadap perubahan dan kemajuan lingkungan, sosial-budaya serta teknologi.

“Berangkat dari semangat perjuangan yang berakar pada sejarahnya, BNI bertekad untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi negeri serta senantiasa menjadi kebanggaan negara,” tutupnya. (Tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 79 Tahun II, 6-12 Januari 2010, halaman 26)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s