Mendag: CAFTA Tidak Akan Dinegosiasi Ulang

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

CAFTA jangan dipandang sebelah mata. Ada sisi lain yang menguntungkan Indonesia. Begitu kata Menteri Perdagangan Republik Indonesia.

Perdagangan bebas China-ASEAN (China-ASEAN Free Trade Agreement/CAFTA) yang dikeluhkan banyak pihak, utamanya kalangan pengusaha, dijawab Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.  Menurut Mari Pangestu, kesepakatan dan implementasi

Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu
Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu

CAFTA harus dilihat secara proporsional dan komprehensif, jangan setengah-setengah.

“CAFTA sudah direncanakan sejak 2004. Itu artinya, sejak saat itu pemerintah sudah memperhitungkan sisi positif maupun negatifnya. Dengan demikian, tidak akan ada negosiasi ulang untuk CAFTA,” tegas Mari Pangestu, di Jakarta, Selasa, (05/01).

Mari Pangestu mengemukakan, adanya CAFTA membuat barang-barang ekspor ke Cina meningkat. Antara lain kakao, CPO (Crude Palm Oil) atau minyak mentah, minyak goreng, dan tambang. Selain itu, sebetulnya semua produk Indonesia berpotensi bisa diimpor, termasuk produk-produk manufaktur.

“Gelas dan garmen dalam negeri yang sudah ada brandnya, kini sudah mulai masuk ke Cina,” cetus jebolan The Australian National University.

Lebih dari itu, sambung Mari Pangestu, keikutsertaan Indonesia dalam CAFTA membuktikan bahwa pemerintah telah melaksanakan komitmen internasionalnya. Di sisi lain, pemerintah menyadari adanya kesulitan-kesulitan yang dihadapi para pengusaha. Oleh karena itu, pemerintah sudah membentuk tim antisipasi akibat perdagangan bebas.

Tim antisipasi yang diambil dari lintas departemen itu bertugas menemui dan mengakomodasi masukan dari beberapa sektor industri yang belum siap bersaing karena CAFTA. Mari Pangestu mengatakan, kendala masing-masing sektor industri tentu tidak sama.

“Ada yang mengeluh karena infrastrukturnya belum maksimal, ada pula yang beralasan ekonomi biaya tinggi (high cost economy). Nanti permasalahan itu akan diselesaikan satu per satu oleh tim. Percayalah, pemerintah tidak diam melihat keluh kesah dunia industri,” Mari Pangestu meyakinkan.

Mari Pangestu membeberkan beberapa langkah yang akan diambil tim. Antara lain membenahi dan meningkatkan efektifitas pasar dalam negeri, memberikan insentif pajak serta meningkatkan pengawasan barang edar yang tidak mutu. Selain itu, tim juga memperketat Surat Keterangan Asal (SKA) barang yang masuk ke Indonesia.

Labeling (SNI –Standar Nasional Indonesia—) pada barang impor termasuk solusi. Departemen Perdagangan (sekarang telah berganti nama Kementerian Perdagangan) bertugas mengawasi barang-barang yang memenuhi SNI untuk melindungi konsumen. Sedangkan pelabelan SNI itu tugas  Badan Standarisasi Nasional (BSN),” papar Mari Pangestu.

Menyoal prediksi adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2010 akibat banyak industri yang bakal bangkrut digilas CAFTA, Mari Pangestu menuturkan, hal itu tidak perlu dicemaskan. Berdasarkan pengalaman pada 2009, ekspor Indonesia menurun drastis. Ketika itu banyak pihak yang memperkirakan jumlah pengangguran akan meningkat. Namun, nyatanya tidak terjadi PHK besar-besaran, karena pemerintah memberikan stimulus.

“Soal nasib para tenaga kerja, itu tergantung penanganan industrinya. Jadi, tolong tidak usah dibesar-besarkan. Sebaiknya mari kita sama-sama mengawal jalannya CAFTA,” ujar perempuan kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1956.

Rencana Kementerian Perdagangan

Pada kesempatan yang sama, Mari Pangestu menjelaskan tiga rencana prioritas Kementerian Perdagangan pada 2010. Pertama, meningkatkan jumlah produk yang memiliki daya saing di tingkat global. Kementerian Perdagangan fokus pada pengembangan produk,  mutu, bentuk, dan kemasan.

“Kaitannya dengan hal tersebut, program secara makro akan memperbaiki logistik, infrastruktur, memangkas ekonomi biaya tinggi serta reformasi birokrasi,” tukas Mari Pangestu.

Kedua, pengamanan pasar dan produk Indonesia. Untuk dalam negeri, Kementerian Perdagangan akan meningkatkan pengawasan barang beredar dan jasa yang tidak memenuhi standar. Selain itu, peningkatan pengamanan terhadap unfair trade (pengetatan implementasi SKA, antidumping, safeguard, penyelundupan) dan promosi penggunaan produk dalam negeri.

Sedangkan untuk luar negeri, Kementerian Perdagangan akan meningkatkan peran dan kemampuan diplomasi Indonesia  dalam perdagangan internasional. Hal tersebut, menurut Mari Pangestu, bertujuan untuk mengamankan akses pasar di luar negeri dan membuka pasar baru, termasuk mengoptimalkan implementasi dari berbagai FTA.

“Kami juga memperhatikan stabilisasi pasokan bahan pokok dan kelancaran distribusi yang meliputi penyempurnaan berbagai kebijakan dan sistem informasi. Diharapkan 2010 ini semuanya sudah online,” tandas mantan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS).

Ketiga, peningkatan pencitraan produk Indonesia (nation branding) di dalam dan luar negeri.  Kementerian Perdagangan akan terus menggiatkan program Aku Cinta Indonesia (ACI). Pencitraan ini, menurut Mari Pangestu, harus dimulai dari dalam negeri, termasuk melalui pengembangan ekonomi dan industri kreatif.

“Apresiasi masyarakat diwujudkan dengan meningkatkan konsumsi produk lokal. Kami mengharapkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, sehingga kebijakan dan program-program untuk meningkatkan sektor perdagangan dapat terlaksana secara baik,” harapnya.

Adapun upaya nation branding di luar negeri, Kementerian Perdagangan sebagai koordinator pelaksana telah mempersiapkan keikutsertaan Indonesia dalam WESC. World Expo Shanghai China (WESC) akan berlangsung pada 31 Mei-1 Oktober 2010.

“Diharapkan Paviliun Indonesia di WESC 2010 akan menjadi etalase Indonesia di forum internasional untuk mengangkat nation branding sekaligus menarik potensi pariwisata, perdagangan dan investasi di Indonesia. Paviliun ini merupakan yang kali kedua. Sebelumnya paviliun dibentuk pada zaman Presiden Soekarno, tahun 1964,” pungkas Mari Pangestu optimis. (Tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 80 Tahun II, 13-19 Januari 2010, halaman 29)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s