Terbang Nyaman ke Eropa Bersama Garuda…

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Garuda Indonesia telah berkecimpung dalam bisnis penerbangan lebih dari 60 tahun. Penerbangan pertamanya dimulai tahun 1949. Sebagai operator pertama dan perusahaan airline terbesar di Indonesia, Garuda terus berbenah diri karena tuntutan pasar. Garuda tetap bertekad menjadi sumber kebanggaan nasional.

Menjelang tutup tahun 2009, perusahaan maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Dalam ajang Angkasa Award 2009, Garuda berhasil memborong tiga katagori, yakni Awak Kabin Terbaik (Best Cabin Crew), Ketepatan Waktu Terbaik (Best On Time Perfomance), dan Maskapai Terbaik (Airline of The Year).

Kisah manis Garuda Indonesia sepertinya akan berlanjut. Pasalnya, pada 2010, Garuda berencana terus melakukan berbagai terobosan demi menghadapi industri penerbangan yang semakin kompetitif. President & CEO PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengatakan, pengembangan dan perbaikan seluruh armada menjadi salah satu fokus Garuda pada awal tahun 2010.

“Nanti ada peremajaan armada. Kami juga akan menerima pengiriman 23 armada baru tipe B737-800NG (Next Generation) dan Airbus 330-200, tapi itu bertahap. Ini upaya kami untuk grow (berkembang) dan memberikan kepuasan kepada customers,” kata Emirsyah Satar kepada Indonesia Monitor di Hotel Shangrila Jakarta, Rabu (23/12).

Emirsyah Satar menambahkan, kedatangan pesawat-pesawat jenis terbaru (new brand) yang telah dipesan terkait dengan rencana penerbangan kembali Garuda Indonesia ke Eropa yang berlaku efektif mulai 1 Juni 2010. Menurutnya, Garuda sudah menandatangani kerjasama code share dengan perusahaan penerbangan Belanda KLM,  awal Desember 2009, di Bali.

Vice President Corporate Communications PT Garuda Indonesia Pujobroto, yang menemani Emirsyah Satar menjelaskan, dibukanya kembali layanan Jakarta-Amsterdam antara lain dipicu banyaknya peningkatan bisnis dan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Belanda. Hal tersebut yang membawa peningkatan arus wisatawan ke Indonesia dari Eropa.

“Ini satu kebanggaan dan kesempatan baik bagi Garuda, sebab Garuda terakhir kali terbang ke Eropa pada 2005 karena adanya larangan penerbangan,” ujar Pujobroto.

Menurut Pujobroto, untuk rute Jakarta-Amsterdam, Garuda akan terbang setiap hari. Garuda berangkat dari Jakarta (CGK) pukul 21.00 WIB (GA88), tiba di Dubai (DXB) pukul 02.09 LT. Lalu berangkat kembali pukul 03.15 LT dan tiba di Amsterdam (SPL) pukul 08.00 LT. Sedangkan dari Amsterdam (SPL), GA 89 berangkat pukul 10.00 LT, tiba di Dubai (DXB) pukul 18.30 LT. Kemudian berangkat lagi pukul 19.45 LT dan tiba di Jakarta (CGK) pukul 07.10 WIB.

“Pesawat yang akan digunakan untuk rute Jakarta-Amsterdam memiliki kapasitas 222 kursi.  36 tempat duduk untuk penumpang di kelas bisnis dan 186 penumpang di kelas ekonomi. Kursi penumpang bisa untuk berbaring (digerakan 180°), sehingga penumpang akan mendapatkan kenikmatan dan kenyamanan total selama perjalanan,” Pujobroto meyakinkan.

Pujobroto menyatakan, jika armada pesanan Garuda yang sanggup terbang 15 jam nonstop sudah datang ke Indonesia, maka Garuda akan terbang langsung dari Jakarta ke Amsterdam, tanpa transit di Dubai. Selain tujuan ke Amsterdam, Garuda tengah mempersiapkan penerbangan keempat kota lainnya, yakni Frankfrut, London, Paris, dan Roma.

“Pasar domestik tetap kami perhatikan. Setidaknya nanti ada 10 rute baru, antara lain Palu dan Kupang. Kami berharap semua kota provinsi di Indonesia bisa diterbangi Garuda,” sambungnya.

Diakui Pujobroto, saat ini Garuda memang tengah melakukan transformasi total dalam berbagai aspek. Selain peremajaan dan penambahan armada, Garuda juga meluncurkan program Garuda Indonesia Experience sebagai upaya pengembangan pelayanan (service) Garuda kepada para pelanggan setianya.

“Garuda ingin menampilkan dan memperkenalkan sesuatu yang khas dari Indonesia. Misalnya nanti penumpang akan ditawari nasi tumpeng nusantara atau minuman markisa terong Belanda. Terus tempat duduknya berwarna merah marun bernuansa batik. Ornamen atau pembatas dipesawat seperti gedek (anyaman bambu). Begitu juga musiknya. Pokoknya serba citarasa nusantara. Dengan adanya langkah-langkah seperti itu, Garuda berharap para penumpangnya punya pengalaman unik yang berakar dari tanah air,” beber Pujobroto.

Program Garuda Indonesia Experience akan terus disosialisasikan sebagai salah satu strategi bagus untuk mendongkrang jumlah penumpang. Menurut Pujobroto, pada 2009 Garuda telah mengangkut sekitar 10,1 juta penumpang untuk semua rute, baik domestik maupun internasional. Itu artinya jumlah penumpang meningkat 8-9% dari tahun sebelumnya. Pada tahun depan, angka itu diharapkan meningkat 10%.

“Kenaikan jumlah penumpang juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi perekonomian negara yang kini mulai membaik. Tahun ini, pertumbuhan ekonomi mencapai 5%,” cetusnya.

Sementara itu, pada pertengahan 2010, Garuda akan melakukan penawaran saham perdana publik (Initial Public Offering—IPO). Garuda akan mencari US$ 300 juta sampai US$ 400 juta dari IPO itu. Pujobroto mengatakan, izin untuk IPO sudah diberikan Kementerian BUMN dan DPR sebesar maksimal 40%. Keluarnya izin IPO terkait perbaikan kinerja Garuda selama dua tahun terakhir yang sangat menggembirakan.

“Hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha, menyewa pesawat serta memperkuat struktur modal,” pungkasnya. (Tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 78 Tahun II, 30 Desember 2009-5 Januari 2010, halaman 26)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s