Hino Siap Merajai Pasar Kendaraan Truk dan Bus di Indonesia

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Setiap tahun, tuntutan permintaan dan kebutuhan kendaraan berat kian meningkat. Peluang itu ditangkap PT Hino Motors Manufacturing Indonesia dengan melakukan perluasan bangunan pabrik di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Purwakarta, Jawa Barat.

Pertengahan Desember 2009, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) melakukan sebuah langkah besar. HMMI telah memperluas pabriknya di Kawasan Industri di Purwakarta yang semula hanya 23.000 m2 menjadi 53.404 m2. Dengan demikian, luas area pabrik seluruhnya 120.000 m2.

Menurut Ardiyasa Dwisaputra, Promotion and Public Relations HMMI, perluasan pabrik menelan investasi US$ 33 juta sejak dimulai 2007 hingga perampungan pada Agustus 2009. Jika ditotal, jumlah dana yang telah dikucurkan Hino di Indonesia sebesar US$ 64,8 juta.

“Dengan tambahan investasi sebesar itu, HMMI dapat mewujudkan peningkatan kapasitas produksi truk dan bus yang semula 10 ribu unit per tahun menjadi 35 ribu unit per tahun. Artinya akan ada peningkatan lebih dari tiga kali lipat pada tahun depan,” kata Ardiyasa, kepada Indonesia Monitor, Minggu (20/12).

Ardiyasa buru-buru menambahkan, perluasan pabrik tersebut menjadikan HMMI sebagai pabrik Hino terbesar di luar Jepang. Wajar jika kemudian acara peresmian perluasan antara lain dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri, President Hino Motors Ltd Yoshio Shirai, dan President Director HMMI Kenji Ohara.

Momentum peresmian perluasan pabrik juga dibarengi pelepasan unit kendaraan yang menandai konsolidasi produksi truk kecil hasil pengembangan bersama antara Toyota Dyna dan Hino Dutro. Kerjasama Toyota Motor Corporation (TMC) dengan Hino Motors Ltd (Hino) itu menandai berakhirnya proses produksi truk ringan di PT Toyota Motors Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Menurut Ardiyasa, join improvement seperti itu sebenarnya sudah dilakukan di beberapa negara untuk produksi bersama suku cadang maupun secara utuh (kendaraan). Dengan adanya penambahan produksi truk ringan di HMMI menjadikan Hino Indonesia sebagai pembuat truk terlengkap. Saat ini, HMMI telah memproduksi truk sedang, berat dan bus serta mengusai 26 persen pangsa pasar kendaraan komersial di tanah air.

“Meski pengembangannya dikerjakan bersama untuk memproduksi sebanyak mungkin demi memenuhi tuntutan pelanggan, namun dalam manajemen penjualannya dilakukan masing-masing. Truk Toyota Dyna dijual oleh diller Toyota, sementara penjualan truk Hino Dutro ditangani oleh diller Hino,” jelas Ardiyasa.

Ardiyasa mengutip pernyataan President Hino Motors Ltd, Yoshio Shirai, bahwa berharap ada peningkatan penjualan dari Dyna dan Dutro pada 2010, mengingat pangsa pasar yang masih terbuka lebar. Apalagi kerja bareng produksi dan penyediaan truk itu telah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna di Indonesia, dengan tetap menjaga kualitas.

“Lebih dari itu, pimpinan Hino ingin berkontribusi secara nyata bagi pembangunan industri otomotif dan logistik demi kemajuan dan kemakmuran Indonesia,” tukas Ardiyasa.

Ardiyasa menuturkan, Hino Motors Ltd bermarkas di Jepang. Lebih dari 50 persen kepemilikan sahamnya dimiliki TMC. Sedangkan di Indonesia, Hino bernama PT HMMI, yang berdiri sejak Desember 1982. Bidang usahanya meliputi perakitan komponen, produksi kendaraan truk dan bus serta ekspor suku cadang, dengan jumlah karyawan sekitar 1.000 (per Desember 2009).

Saat ini, komposisi saham HMMI 90 persen dikuasai Hino Motors Ltd, sementara 10 persen dimiliki PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMSI). Ardiyasa menyatakan belum mengetahui berapa komposisi saham Toyota dalam kerjasama tersebut. Sebab, Hino Motors Ltd juga merupakan bagian dari Toyota Group.

HMMI sebagai perusahaan pembuat truk dan bus yang terdepan, lanjut Ardiyasa, telah menjadi pelopor produksi kendaraan ramah lingkungan dan hemat bahan bakar. Karenanya, sejak Januari 2007, semua model Hino di Indonesia telah menggunakan mesin standar EURO2.

Di samping itu, HMMI terus berusaha memberikan produk dan layanan terbaik untuk menjamin mutu, kehandalan, efisiensi dan kepuasan kepada para pengguna. Apalagi dukungan layanan purnajual dan teknisi HMMI di seluruh Indonesia dapat diandalkan. Hal itu yang menjadikan investasi para seluruh pemilik Hino menjadi lebih bernilai.

“Perlu kami sampaikan, pada 10 Desember 2009, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah menobatkan Hino Motors Ltd sebagai Penanam Modal Asing Terbaik 2009 dalam ajang Investment Award 2009. Ini menjadi salah satu bukti bahwa Hino Motors sudah ikut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Ardiyasa. (Tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 77 Tahun II, 23-29 Desember 2009, halaman 26)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s