Sensasi Totok Aura

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Bisnis jasa perawatan dan kebugaran tubuh melalui totok aura belum banyak muncul di Indonesia. Salma Dian Priharjati adalah pelopor utamanya.

Sejak lahir, setiap orang sudah memiliki aura. Menurut Salma Dian Priharjati –akrab disapa Dian—, aura berarti energi riang gembira. Dalam terminologi akademis, totok aura disebut sebagai suatu medan elektromagnetic yang berada mengelilingi sekujur tubuh dan berfungsi melindungi tubuh.

Sebagian praktisi sering juga menyebut totok aura dengan istilah Biogetic Ray, Chi atau Prana, yang memancar dari tujuh cakra sebagai pusat putaran energi manusia. Keberadaan aura tak terlalu sulit diidentifikasi. Bila diamati akan nampak berupa pendaran samar seperti pelangi.

“Aura memang tidak dapat dilihat, tapi bisa dirasakan. Aura selalu sejalan dengan kondisi batin (spiritual), fisik maupun psikis (emosional) seseorang. Artinya, ketiga unsur itu sangat mempengaruhi kemunculan aura (energi) seseorang,” jelas Dian, pemilik sekaligus Direktur Utama PT Dian Kenanga Mandalawangi kepada Indonesia Monitor, Jumat (4/12).

Dian yang sudah bertahun-tahun menjadi praktisi terapi aura menuturkan, aura seseorang bisa digali lewat metode totok aura. Paling tidak disehatkan auranya. Terapi ini menggunakan media bioenergi yang dialirkan melalui teknik penekanan jari pada titik jalan meridian melalui Chi. Biasanya dilakukan oleh terapis yang telah dilatih secara khusus dan intensif di lembaga seni pernapasan.

“Energi tersebut akan mengalirkan pada 14 jalur meridian yang menyambungkan organ-organ penting di seluruh tubuh, yang terletak di permukaan titik-titik akupuntur. Ini dilakukan guna memaksimalkan energi positif sekaligus menekan serendah mungkin energi  negatifnya,” tuturnya dengan gaya ekspresif.

Gampangnya, sambung Dian, totok aura adalah metode terapi yang menggabungkan dua ilmu. Pertama ilmu acupressure, dan kedua seni pernapasan yang menghasilkan tenaga prana atau bioenergi. Teknik tersebut merupakan hasil kreasi orisinil Dian. Karena itu, Dian menyebut teknik dan bisnisnya yang kali pertama ada di Indonesia.

Metode totok aura tidak hanya mengandalkan keahlian dan akurasi dalam setiap penotokan (penekanan). Lebih dari itu, setiap gerak pijat dan tekan yang dilakukan memiliki muatan atau isi. Karenanya, menurut Dian, totok aura bermanfaat untuk memperlancar peredaran darah dan menyeimbangkan metabolisme hormonal dalam tubuh, sehingga tubuh menjadi lebih segar.

“Jangan salah loh, totok aura juga bisa meredakan stres, ketegangan dan menyembuhkan berbagai penyakit yang telah menahun. Misalnya migren, rematik, sinusitis, hipertensi, asam urat, dan insomnia,” cerocos mantan direktur operasional PT Pradha Asta Grahita.

Salma Dian Priharjati
Salma Dian Priharjati

PT Dian Kenanga Mandalawangi menyediakan empat produk totok aura, yakni totok aura wajah, totok aura tubuh dan organ intim, totok aura payudara, serta totok aura getar syaraf. Salah satu manfaat totok aura wajah adalah mengurangi keriput sekaligus mengencangkan kulit pada wajah.

“Kalau totok aura payudara untuk mengencangkan dan memadatkan payudara, mengembalikan kekenyalan serta kelembutan kulit payudara. Sementara totok aura getar syaraf untuk mengembalikan format ideal sistem tubuh. Jadi, di sini bukan sekadar untuk kebugaran dan relaksasi, melainkan membuat wanita (dan pria) cantik luar dalam dengan kombinasi ramuan kosmetik alami,” Dian meyakinkan.

Untuk satu proses penotokan, tidak lebih dari 60 menit dengan biaya terjangkau. Dian menerangkan, mula-mula dilakukan pemijatan secara menyeluruh untuk mengendurkan otot-otot dan saraf tubuh. Setelah itu, dilakukan penotokan di beberapa bagian tubuh, mulai dari wajah, dada, bahu, hingga tulang punggung.

“Pokoknya dijamin deh, totok aura nggak ada efek sampingnya,” cetusnya.

Dian tak menyangka usaha yang diberi label Dian Kenanga Totok Aura ini bisa bertahan hingga sekarang. Mulanya, cerita Dian, pada Juli 2004 dirinya menyewa dua kamar kost di kawasan Ampera, Jakarta Selatan. Dian memulai bisnis totok aura hanya dengan dua bed dan dibantu dua asisten.

Tiga bulan kemudian, tempat usahanya dipindahkan ke lokasi yang lebih strategis, di Jalan Ampera Raya No. 131. Di tempat baru yang memiliki tiga kamar itu, bed bertambah jadi enam. Lambat laut bisnisnya dikenal masyarakat. Konsumen pun mulai berdatangan dan jadi pelanggan tetap.

Belum lama ini, Dian telah membuka gerai baru di Jalan Raya Pejaten Barat No. 38 (Rumah Bata Merah). Didua gerai itu tersedia 50 kamar berstandar reguler dan VIP, dengan suasana yang sangat nyaman dan familiar. Jumlah karyawannya hampir seratus orang. Sedangkan omzet perbulannya bisa mencapai setengah miliar.

Pada hari biasa, diakui Dian, pelanggan yang datang sekitar 100 orang, sejak pagi hingga malam. Sementara pada akhir pekan, jumlahnya meningkat hingga 130 orang. Bahkan, terkadang karyawan sampai kewalahan melayani klien.

Konsumen Dian Kenanga rata-rata kelas menengah ke atas. Tidak sedikit dari kalangan selebriti negeri ini yang rutin merasakan sensasi totok aura. Antara lain Titi Kamal, Catrine Wilson, Mona Ratuliu, Ine Febriyanti, Nuri Maulida, Sahrul Gunawan, Tengku Zacky, dan Dwi Andhika.

“Kalau untuk menotok pejabat atau istri pejabat, biasanya saya sendiri yang langsung turun tangan,” Dian tersenyum.

Ke depan, PT Dian Kenanga Mandalawangi berencana membuka lima cabang lagi di kawasan Jabodetabek. Setidaknya sampai saat ini, Dian tidak pernah terpikir untuk memakai sistem franchise (waralaba) untuk mengembangkan usahanya. Dian hanya menawarkan pola partnership.

“Yang penting visi dan misi saya dengan calon mitra usaha bisa sama. Sebab, tantangan terberat saya mempertahankan nama Dian Kenanga yang sudah dikenal publik,” tutup wanita kelahiran Jakarta, 11 Mei 1971. (Tulisan ini dimuat di Tabloid INDONESIA MONITOR, Edisi 75 Tahun II, 9-15 Desember 2009, halaman 31)

2 thoughts on “Sensasi Totok Aura

  1. arman armando Agustus 12, 2011 / 1:25 am

    gimana cara menotok aura,baik diwajah maupun ditubuh terutama organ intim,bagi dong ilmunya dan titik2 yg benar buat di totok,makasih banyak atas infonya.by armando salon puspita lidya,jayapura papua.

  2. monika suprihatin Juli 6, 2012 / 5:48 am

    saya ingin kursus tapi domisili saya di solo jawa tengah, bagaimana?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s