Khadijah; Buangnya Kecil, Dapatnya Besar

Pewawancara & penulis Lukman Hakim Zuhdi

Sedekah sebagai solusi dari problematika kehidupan diyakini betul oleh Khadijah (28). Guru agama sekaligus guru TK di daerah Bekasi, Jawa Barat, itu bersedia membagi kisah-kisah  menakjubkan yang pernah dialaminya terkait keajaiban sedekah.

“Dengan saya bercerita tentang pengalaman pribadi saya, saya sama sekali tidak bermaksud untuk pamer (riya), apalagi supaya saya dipuji banyak orang. Insya Allah saya jauh dari pikiran seperti itu. Sejujurnya saya semata-mata ingin membuktikan bahwa kekuasaan Allah SWT memang benar adanya. Respon Allah lebih cepat daripada respon manusia. Selanjutnya, saya berharap, semoga para pembaca bisa termotivasi atau terinspirasi untuk rajin bersedekah,” Khadijah sekadar mengingatkan.

Khadijah memaknai sedekah sebagai pemberian sesuatu kepada orang lain dari apapun yang kita dimiliki agar dapat dimanfaatkan si penerima. Perempuan yang kini masih kuliah di Universitas Az-Zahra Jakarta, itu masih ingat petuah Ustad Yusuf Mansur yang dikenalnya kali pertama lewat layar kaca televisi. Sang ustad mengatakan, ketika seseorang mengeluarkan sedekah, maka janganlah menggunakan perhitungan manusia, melainkan menurut hitungan Allah SWT.

“Misalnya dalam ilmu matematika, 1 + 1 = 2. Atau 2 x 2 = 4. Jawaban itu sudah pasti, tidak bisa diubah-ubah. Nah, kalau kita sedekah satu kali, maka Allah akan membalasnya bisa berlipat-lipat. Minimal 10 kali lipatnya. Karena itu, jangan ragu-ragu untuk bersedekah. Kalau perlu sebanyak-banyaknya. Itulah yang dimaksud perhitungan Allah, menurut ustad. Saya jadi penasaran untuk mencoba teori yang disampaikan beliau,” kata Khadijah.

Khadijah yang sebelumnya sedekah sedikit, suatu ketika bersedekah banyak pada saat uang di dompetnya justru sedang menipis. Ia rela memberikan uangnya kepada seorang pengemis yang datang mengetuk pintu tempat tinggalnya. Sebab, hatinya yakin bahwa Allah akan menggantinya lebih dari lima kali lipat.

Keesokan hari, sewaktu Khadijah hendak pergi ke kampus, uangnya hanya cukup untuk ongkos jalan alias buat beli bensin saja. Ia bolak-balik membongkar isi tasnya, berharap ada uang yang terselip. Ia memeriksa secara seksama bagian-bagian tasnya hingga tiga kali. Rupanya tidak ada uang satu rupiah pun.

“Heemmm…” Khadijah menarik napas panjang. Wajahnya menengadah.  “Bismillah, mudah-mudahan uang yang sedikit ini bisa mengantarkan saya sampai kampus dan kembali lagi ke rumah,” ucapnya, mantap.

Di tengah perjalanan, ada seorang pengemis yang meminta sedekah kepada Khadijah. Sejenak Khadijah terdiam. Otaknya berputar cepat.

“Kalau saya berikan setengah dari seluruh uang yang ada di saku, nanti saya tidak punya ongkos pulang. Entah kenapa, tiba-tiba saja saya memberikan sebagian uang saya kepadanya. Setelah pengemis pergi, saya tidak mikir apa-apa lagi. Yang penting saya sampai kampus bisa tepat waktu,” tandas Khadijah.

Setelah menyelesaikan urusan di kampus, Khadijah berniat pulang ke rumah. Ia mencoba tenang, meski tahu di sakunya sudah tidak ada uang lagi. Ia lantas iseng membuka tasnya. Ternyata, di dalam tasnya ada sejumlah uang yang terselip di antara buku-buku kuliahnya.

Subhanallah…Uang yang saya temukan jumlahnya sepuluh kali lipat dari uang yang saya sedekahkah kepada pengemis tua itu. Wah…wah…Benar yang dikatakan Ustad Yusuf Mansur. Alhamdulillah…Akhirnya saya pulang nggak jadi jalan kaki, deh,” selorohnya, tersenyum.

Lain hari, perempuan yang belum menikah itu uangnya tinggal sedikit. Maklum tanggal tua, uang gajian beberapa hari lagi baru cair. Kebetulan hari itu di sekolah sedang ada acara penggalangan dana untuk aksi kemanusiaan. Semua siswa dan guru dimintai sumbangan secara sukarela. Khadijah berpikir, anak-anak saja bisa dan mau bersedekah, kenapa dirinya tidak. Singkat cerita, Khadijah ikhlas mendermakan sebagian uangnya.

Seminggu kemudian, adiknya yang berada di Lampung menelepon kalau ibunya sakit dan Khadijah diminta untuk pulang. Pada saat itu, Khadijah benar-benar tidak ada uang untuk ongkos pulang. Pulsa diponselnya pun nol. Di saat Khadijah bingung, tiba-tiba ada sms masuk yang menginformasikan telah terkirim sejumlah pulsa ketelepon genggamnya. Khadijah tidak tahu siapa yang memberinya pulsa gratis.

Khadijah lalu berencana mencari uang pinjaman ke teman-temannya. Saat hendak mengambil tas di kamar, secara mengejutkan ada sebuah amplop di atas tasnya. Isinya uang dalam jumlah besar. Ia terkesima tak percaya hingga menitikan air mata. Ia yakin bahwa Allah yang telah mengirimkannya melalui salah satu makhluk-Nya. Subhanallah… Alhamdulillah…Khadijah akhirnya bisa pulang ke Lampung dengan membawa uang itu.

“Bahkan, uang itu bisa untuk membiayai ibu saya di rumah sakit dan ongkos saya balik lagi ke Bekasi. Inilah kisah yang benar-benar berkesan untuk saya. Sejak itu, apapun yang saya punya, terus kebetulan ada orang yang meminta-minta, saya langsung beramal agar kehidupan saya jadi berkah. Justru saya terus kepikiran dan perasaan nggak tenang kalau nggak ngasih sedekah,” tukas perempuan yang masih konsisten menunaikan shalat dhuha, shalat tahajud dan shalat rawatib tepat waktu ini. (tulisan tentang Keajaiban Sedekah ini merupakan hasil kerjasama dengan PPPA Wisatahati pimpinan Ustad Yusuf Mansur)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s