Halimah; “Sedekah pun Bisa Dengan Sesuatu yang Sepele”

Pewawancara & penulis Lukman Hakim Zuhdi

Halimah (45) mengalami keajaiban berkat sedekah yang –menurutnya—  tergolong sepele. Ceritanya terjadi sebulan yang lalu. Ketika itu, ibu yang 193986_volvo_busmengasuh Yayasan Yatim Piatu ‘Amanta’ ini hendak pulang ke rumahnya di Kecamatan Cipendeuy, Bandung Barat.

“Kejadian ini tepatnya hari Minggu, setelah saya menjenguk salah seorang anak saya yang sedang menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren di Ciawi, Bogor,” tutur Halimah, memulai kisahnya.

Seperti biasa, jika hari Minggu sore, jalur di kawasan puncak ramai, padat dan tentu menimbulkan kemacetan panjang. Para petugas lalu lintas dari kepolisian pun menerapkan sistem buka tutup bagi kendaraan yang ingin melintas. Secara kebetulan, mobil bus yang ditumpangi Halimah harus berputar dulu ke Cianjur, tidak bisa langsung menuju Bandung.

Tiba-tiba, di tengah perjalanan, mobil bus mogok. Semua penumpang diminta turun oleh kondekturnya, termasuk Halimah. Halimah berdoa dalam hati supaya mesin bus segera bisa dioperasikan. Rupanya, setelah beberapa waktu diotak-atik, mesin tetap tidak mau bekerja. Halimah yang bepergian sendirian, mulai gelisah. Maklum, hari semakin sore. Apalagi cuaca mendung terlihat jelas. Tidak lama lagi diprediksi akan turun hujan.

“Yang lebih membuat saya cemas, di kantong baju saya uang tinggal Rp. 6.000. Padahal, untuk sampai ke rumah saya, setidaknya dibutuhkan uang Rp. 25.000. Saya benar-benar bingung. Tapi, saya terus berdoa agar Allah SWT memberi pertolongan kepada saya,” kenangnya.

Halimah mencoba menenangkan diri. Sesekali ia memperhatikan montir yang tengah memperbaiki mesin sembari mengamati sekelilingnya. Saat itu, ada seorang ibu muda yang terburu-buru menghampirinya. Ibu itu meminta tolong ingin meminjam telepon genggam Halimah.

“Ia mengatakan, baterai ponselnya lowbat, sementara pulsanya masih banyak. Ia mau menelepon kerabatnya supaya menjemput, karena mobilnya mogok. Tanpa pikir panjang, saya langsung menyerahkan hp saya. Saya lihat, ia senang sekali dan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Saya pun merasa bahagia bisa menolongnya,” tutur Halimah.

Selesai menelepon, ibu itu kemudian pergi. Hujan rintik-rintik mulai membasahi bumi. Halimah mencari tempat berteduh sembari mulutnya tak henti-henti membaca doa. Perempuan yang sudah lama mengenal Ustad Yusuf Mansur itu yakin pasti akan ada bantuan dari Allah SWT. Sementara itu, jarum jam sudah menunjuk pukul 20.00 WIB, namun mesin bus belum dapat berfungsi. Akhirnya, semua penumpang dipindahkan ke bus lainnya.

Halimah duduk di samping seorang lelaki yang usianya ditaksir 65 tahun. Lelaki itu sepertinya dapat membaca kegelisahan di wajah dan hati Halimah. Keduanya lalu berbincang akrab, menanyakan tujuan masing-masing.

“Saya terus membaca istighfar agar diberi pertolongan dan keselamatan. Lelaki itu berkata supaya saya mengikuti dia saja. Kebetulan arah atau jalur saya dengan dia sama. Anehnya, saya tidak menaruh curiga sama sekali terhadapnya. Begitu sampai Cianjur, ketika saya hendak turun dari mobil, dia yang membayar ongkos mobil saya. Padahal saya tidak memintanya. Alhamdulillah…,” ucap Halimah.

Halimah melanjutkan perjalanannya dengan menaiki mobil lagi bersama lelaki yang tidak dikenalnya itu. Lagi-lagi, lelaki itu yang membayar ongkos Halimah hingga akhirnya Halimah bisa sampai di rumah.

“Alhasil, duit saya yang Rp. 6.000 masih utuh begitu saya tiba di rumah. Alhamdulillah…Saya bersyukur sekali karena ternyata pertolongan dari Allah SWT tidak disangka-sangka datangnya. Saya pikir, ini mungkin karena tadi saya telah ikhlas bersedekah dalam bentuk meminjamkan ponsel kepada ibu muda itu. Bahkan, lantaran kelewat gembira, saya sampai tidak sempat menanyakan identitas lelaki itu. Saya hanya mengucapkan terima kasih kepadanya,” cetus Halimah, merasa bersalah.

Di lain waktu, lanjut Halimah, dirinya pernah merasakan keajaiban lagi. Perempuan yang mengajar di TPA ini sedang membutuhkan uang Rp. 400.000. Sementara disaku bajunya hanya ada Rp. 200.000. Ia berusaha mencari pinjaman Rp. 200.000, namun tidak mendapatkannya. Terpaksa ia menelepon Icha, anaknya yang bekerja di Batam.

“Sebetulnya saya tidak mau merepotkan anak. Tapi, ketika itu keadaan saya benar-benar mendesak. Eh…Anak saya rupanya sedang tidak punya uang juga. Saya lalu berdoa dan berkeyakinan bahwa Allah SWT tidak mungkin menelantarkan saya,” tandas ibu yang gemar bersedekah, menjalankan shalat dhuha dan shalat tahajud itu.

Dua hari berselang, Icha memberi kabar bahwa baru saja dirinya diberi uang Rp. 200.000 oleh atasannya. Halimah tentu penasaran ingin mengetahui kronologisnya hingga Icha bisa memperoleh uang itu. Ceritanya, sepulang kerja, Icha yang mengendarai sepeda motor melihat anak kecil tengah berjualan koran di pinggir jalan. Anak itu duduk murung sambil mendekap koran yang dijajakannya di perempatan lampu merah.

Icha yang merasa kasihan, spontan mendekati bocah itu. Ia bermaksud bersedekah dengan pura-pura membeli koran seharga Rp. 2.000. Icha lantas menyerahkan lembaran uang Rp. 5.000. Icha sama sekali tidak mengambil uang kembaliannya. Keesokan harinya, Icha dipanggil ke ruang pimpinan, tanpa alasan yang jelas. Tiba-tiba, pimpinannya memberikan uang Rp. 200.000 kepada Icha.

“Kata bos Icha, itu rezeki buat Icha. Anak saya lalu bilang ke saya kalau itu sebenarnya rezeki untuk saya, hanya melalui tangan Icha. Subhanallah…Saya sampai menangis. Ternyata, jika kita mau menolong orang lain, maka Allah SWT langsung membalas kebaikan kita berlipat-lipat. Apa yang dialami oleh saya maupun anak saya menyangkut keajaiban sedekah, tentunya akan semakin mempertebal keimanan saya kepada Allah SWT sekaligus menambah semangat dalam bersedekah,” tegas Halimah. (tulisan tentang Keajaiban Sedekah ini merupakan hasil kerjasama dengan PPPA Wisatahati pimpinan Ustad Yusuf Mansur)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s