Warlim; Keuntungan Mengajak Orang Bersedekah

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Warlim (30) tak menyangka jika jalan hidupnya akan selalu dimudahkan oleh cleaning service Allah SWT. Lelaki kelahiran Sumedang, Jawa Barat, itu kini dipercaya sebagai sekertaris direksi, setelah 9 tahun bekerja di Rumah Sakit Cinere. Karirnya bermula dari posisi cleaning service.

“Maklum, saya ini hanya lulusan SMP (Sekolah Menengah Pertama),” katanya sambil tersenyum.

Pekerjaan cleaning service dijalani Warlim dengan senang hati. Pria supel itu sepertinya tidak pernah mengeluh saat beraktivitas. Rekan kerja dan atasannya pun melihatnya sebagai pekerja yang loyal, mau belajar dan penuh tanggung jawab. Apalagi, Warlim kerap membantu kegiatan keagamaan di lingkungan rumah sakit. Misalnya, ia ditugaskan untuk mengundang beberapa ustad untuk memberikan taushiah dalam rangka pengajian bulanan.

“Salah satu ustad yang pernah mengisi taklim ialah Ustad Yusuf Mansur. Saya mengenal beliau sejak 3 tahun yang lalu. Perkenalan saya dengan beliau itulah yang membuat saya bisa menjadi simpul PPPA Wisatahati. Beliau telah mengajarkan banyak hal kepada saya, termasuk cara bersedekah yang baik. Sebelumnya, kalau sedekah, saya semau sendiri saja. Maksudnya tidak terprogram. Selain itu, sejak saya mulai bekerja di rumah sakit, saya sudah melakukan puasa sunah Senin dan Kamis serta shalat tahajud,” tutur Warlim, tanpa bermaksud menyombongkan diri.

Warlim masih ingat betul petuah-petuah Ustad Yusuf Mansur. Menurut sang ustad, kalau kita mau membantu orang lain, maka kita pasti akan dibantu oleh Allah SWT. Ustad juga menambahkan, kalau kita mendapatkan rezeki (apapun bentuknya) yang tidak terduga, maka sebagai tanda syukurnya, kita harus memberikan 10 persen dari rezeki itu kepada pihak-pihak yang perlu dibantu.

Hal tersebut yang menggerakan hati Warlim untuk mengabdikan diri di PPPA. Akhirnya, Warlim pun rutin mensedekahkan uangnya untuk membiayai anak-anak kurang mampu dan anak-anak yang sedang menghapal Al-Quran di PPPA, di samping menyumbangkan pikiran dan tenaganya.

“Teman-teman kerja saya ajak bersedekah di PPPA. Alhamdulillah tanggapan mereka positif dan mau bersedekah,” cetusnya.

Kegigihan Warlim dalam bekerja sambil berdakwah, rupanya menarik perhatian pimpinan rumah sakit. Ia ditawari untuk melanjutkan pendidikan SMU secara gratis. Maksudnya, nanti semua biayanya ditanggung oleh rumah sakit. Namun, Warlim menolaknya, dengan alasan dirinya sibuk mengikuti pengajian di PPPA.

Beberapa bulan kemudian, direksi rumah sakit memaksa Warlim untuk sekolah lagi. Jawaban Warlim tetap sama, masih seperti yang dulu. Direksi lalu memberikan penjelasan bahwa pendidikan itu sangat penting untuk bekal masa depan, menunjang karir, meningkatkan golongan (jabatan), gaji maupun tunjangan Warlim.

“Setelah saya berdiskusi dan berpikir, akhirnya saya terima tawarannya. Dengan catatan, sekolah itu tidak mengganggu aktivitas saya di PPPA. Nah, yang membuat saya terkejut, saya belum mulai sekolah, tapi nggak tahunya jabatan, gaji dan uang tunjangan saya sudah dinaikan dulu oleh manajemen rumah sakit. Subhanallah…Ini mungkin berkah untuk saya, karena saya rajin bersedekah dan membantu PPPA,” ucap Warlim.

Warlim bersyukur, sebab sekolahnya lancar dan bisa tepat waktu dalam menyelesaikannya. Direksi pun mengacungkan jempol tangan kanannya. Selang beberapa waktu, Warlim dipanggil lagi oleh direksi. Direksi meminta Warlim untuk membuat semacam surat atau proposal yang isinya agar Warlim dapat meneruskan pendidikannya sampai tingkat universitas yang sepenuhnya dibiayai oleh rumah sakit.

“Bahkan, kata direksi, jika pihak rumah sakit menolak surat atau proposal saya, maka kebutuhan kuliah saya seluruhnya nanti akan dibiayai dengan duit pribadinya. Wah, saya benar-benar kaget campur gembira. Saya beruntung sekali punya direksi yang baik hati. Alhamdulillah… Proposal saya diterima. Jadi, insya Allah sebentar lagi saya masuk perguruan tinggi, tanpa saya mengeluarkan uang sepeser pun,” ujar Warlim.

Rupanya bukan sekedar rezeki sekolah yang diterima Warlim. Belum lama ini ia berkeinginan untuk memiliki rumah sendiri, meski ia sadar uang tabungannya masih sedikit. Maklum, selama ini ia tinggal di rumah kontrakan. Ia lantas silaturahim ke PPPA dan berkonsultasi dengan Ustad Abdul Aziz. Ustad menganjurkan supaya Warlim tetap menunaikan shalat wajib tepat waktu, shalat tahajud, shalat dhuha, dan tidak lupa bersedekah.

Hampir setiap hari, Warlim menjalankan semua saran Ustad Aziz. Tanpa diduga, rezekinya jadi mudah dan bertambah. Atasannya di rumah sakit tiba-tiba memberikan uang kepada Warlim. Begitu pula teman-temannya yang mengetahui rencana Warlim untuk membangun tempat tinggal, ramai-ramai memberikan bantuan dana, semen, pasir, dan bahan bangunan lainnya. Alhasil, hanya dalam tempo enam bulan, Warlim sudah bisa membuat rumah di daerah Parung, Bogor.

“Sekarang rumah saya sedang direnovasi. Insya Allah minggu depan sudah bisa ditempati oleh istri (Iin Parlina) dan kedua anak saya (Indah Linawati dan Muhamad Nawaf Mahfud). Alhamdulillah…Saya sudah membuktikan sendiri bahwa program Ustad Yusuf Mansur tentang keajaiban sedekah benar adanya,” tegas Warlim, tak henti-hentinya mengucap syukur. (Tulisan testimoni tentang Keajaiban Sedekah ini merupakan hasil kerjasama dengan PPPA Wisatahati pimpinan Ustad Yusuf Mansur)

2 thoughts on “Warlim; Keuntungan Mengajak Orang Bersedekah

  1. Ummi Kusmiaty Agustus 13, 2009 / 11:18 am

    Subhanallaaahhh….. Sangat menginspirasi sekali Pak pengalaman nya… Semoga Saya bisa se-ikhlas Pak Warlim dalam berbuat kebiakan.. Amien…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s