Hj. Dien Sri Riadiniah S, SH, M.Si; Sedekah Tidak Mesti Berupa Uang

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Orang bersedekah tidak harus dengan sejumlah atau setumpuk materi. Selain berupa uang pun bisa disedekahkan, apapun bentuk barangnya. Yang penting rumahada manfaatnya bagi orang lain. Itulah yang diyakini oleh Hj. Dien Sri Riadiniah S (67).

Suatu hari, rumah ibu yang memiliki lima putra putri itu didatangi tetangganya yang meminta tolong. Tetangganya memberitahukan bahwa ada seorang anak yatim yang cerdas, yang ingin meneruskan sekolah. Namun keadaan ekonomi keluarganya tidak memungkinkan untuk membayar uang sekolah dan membeli peralatannya. Untuk makan sehari-hari saja serba kekurangan.

Dien Sri langsung tergerak hatinya. Ia menyatakan sanggup untuk menyekolahkan anak itu dan menanggung kebutuhan lainnya. Sebagai bentuk rasa terima kasih, anak itu siap membantu pekerjaan apapun yang ada di rumah Dien Sri. 

“Anak itu saya biayai sejak kelas 2 SD sampai lulus STM. Alhamdulillah, selama anak itu dalam asuhan saya, saya dan keluarga tidak pernah mengalami kekurangan makanan atau hal lainnya. Semuanya serba tercukupi. Malah rezeki saya jadi gampang, mengalir seperti air,” kata Dien Sri.

Lain waktu, ada seseorang yang meminta bantuan Dien Sri. Orang itu ingin anaknya bisa kuliah di sebuah perguruan tinggi, tapi terbentur finansial. Dien Sri yang kebetulan mengajar di Fakultas Hukum dan beberapa fakultas di Universitas Indonesia, akhirnya bisa merekomendasikan anak itu masuk dan mengenyam bangku kuliah hingga selesai.

Alhamdulillah, setelah membantu anak itu, segala urusan saya jadi lebih mudah dan cepat diselesaikan. Ada saja jalan yang membuat saya tidak mengalami kesulitan. Kalau dihitung-hitung, ada sekitar 6 anak yang sudah saya bantu dalam hal pendidikan. Namun hanya satu orang yang ketemu saya. Yang lainnya belum pernah ketemu saya, karena saya tidak dipertemukan dengan mereka. Istilahnya ada orang perantaranya,” ujar Dien Sri. 

Dien Sri berprinsip, siapapun yang datang meminta tolong kepada dirinya, ia akan spontan membantunya. Alasannya, sedekah Dien Sri yang berupa ilmu, tenaga dan pikiran itu pasti diganti oleh Allah SWT. Terbukti, berkat menyekolahkan 6 anak yang kurang mampu, anak-anak Dien Sri berhasil menyelesaikan studinya dengan hasil nilai yang memuaskan.

“Anak pertama saya lulusan Sastra Perancis UI. Anak kedua jebolan Sastra Jepang UI. Anak ketiga sarjana Teknologi Kelautan IPB. Anak keempat  menyelesaikan Program Komputer di Universitas Gunadarma. Sementara anak kelima keluaran dari sebuah  kampus perhotelan di Bandung. Jujur, sebelumnya saya tidak membayangkan kalau anak-anak saya bakal diwisuda semua. Alhamdulillah…Sungguh ini anugerah luar biasa dari Allah SWT,” ucap nenek yang kini telah memiliki sembilan cucu ini.

Perempuan berdarah campuran Ciamis, Cirebon dan Surabaya itu juga menceritakan keajaiban lainnya. Suatu ketika, ia ingin menjual rumahnya lantaran sedang membutuhkan uang dalam jumlah besar. Sayangnya, rumah yang sempat beberapa kali ditawar orang itu belum terjual, karena belum ada kesepakatan harga. 

Dien Sri lantas ingat kepada seseorang yang pernah meminjam uang kepada dirinya. Sudah 3 tahun orang itu belum sanggup mengembalikan uang pinjaman sebesar 7 juta. Menurut Dien Sri, orang itu baru membayar lima ratus ribu. Orang itu lalu dipanggil ke rumahnya. Dien Sri ingat saran Ustad Ahmad Jamel dan Ustad Gunadi dari PPPA Wisatahati bahwa ikhlaskan saja hutangnya.

“Maksud kedua ustad itu, saya tidak perlu menagih hutang lagi kepada orang itu. Jadikan uang hutang itu sebagai sedekah saya kepadanya. Lalu sebagai gantinya, orang itu diminta membacakan Surat Al-Fatihah saja untuk saya. Saya ikuti nasehat kedua ustad dan orang itu mau membacakan Al-Fatihah di hadapan saya. Dua hari kemudian, eh rumah saya ada yang mau beli. Harganya pun cocok seperti yang saya tetapkan,” tukas Dien Sri.

Selang beberapa waktu, Dien Sri memperoleh rezeki yang lebih besar. Ia bersama suaminya bisa pergi haji tanpa mengeluarkan uang (biaya ONH). Hebatnya lagi, ia  mendapat jatah ONH khusus (plus). 

Subhanallah…Saya sampai nangis bahagia. Sesungguhnya keajaiban-keajaiban yang saya rasakan tidak lepas dari berkah sedekah yang sudah diajarkan Ustad Yusuf Mansur dan ustad lainnya. Untuk itu, saya sekedar mengingatkan, sedekahlah sebanyak-banyaknya. Insya Allah Allah akan mengganti sepuluh kali lipatnya,” tegasnya.

Berkat rajin sedekah, lanjut Dien Sri, kesehatan tubuhnya juga bagus dan tetap terjaga hingga saat ini. Buktinya, sampai sekarang setiap sabtu masih sering silaturahim ke PPPA Wisatahati tanpa ditemani siapapun. Selain itu, pensiunan pegawai negeri sipil itu selalu berusaha menyantuni anak yatim secara rutin, menjalankan shalat Tahajud, shalat Dhuha, shalat Tasbih, dan shalat Hajat. 

“Kalau dulu saya sedekah ogah-ogahan (malas-malasan), sekarang sedekah sudah menjadi kebutuhan hidup saya,” cetus ibu yang tinggal di daerah Depok Tengah bersama anak sulungnya itu. (Tulisan testimoni tentang Keajaiban Sedekah ini merupakan hasil kerjasama dengan PPPA Wisatahati pimpinan Ustad Yusuf Mansur)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s