Mutia Lisanty; “Hati Anak Saya Terbuka”

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Mempunyai anak yang cerdas, pintar dan berprestasi dibidangnya, apalagi anak-cerdasbisa menjuarai lomba tertentu pada level dunia, tentu menjadi dambaan para orang tua. Begitu pula bagi Mutia Lisanty (40). Ibu rumah tangga itu memiliki dua buah hati yang masih duduk di bangku SMP. Putra pertamanya berusia 14 tahun, sementara putri keduanya berumur 12 tahun.

“Saya mohon maaf, nama atau identitas putra putri saya tidak perlu disebutkan, yah,” pintanya, tanpa menyebutkan alasannya.

Baca lebih lanjut

Warlim; Keuntungan Mengajak Orang Bersedekah

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Warlim (30) tak menyangka jika jalan hidupnya akan selalu dimudahkan oleh cleaning service Allah SWT. Lelaki kelahiran Sumedang, Jawa Barat, itu kini dipercaya sebagai sekertaris direksi, setelah 9 tahun bekerja di Rumah Sakit Cinere. Karirnya bermula dari posisi cleaning service.

“Maklum, saya ini hanya lulusan SMP (Sekolah Menengah Pertama),” katanya sambil tersenyum.

Baca lebih lanjut

Hj. Dra. Ida Farida Hamsuk; Hidup Terasa Ringan Setelah Berbagi

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Desember 2008. Hari pernikahan tinggal seminggu lagi. Semua kebutuhan resepsi seperti baju pengantin, seragam keluarga, gedung, cathering, Ida Faridah 01undangan, dan juru foto, telah dipersiapkan. Namun, tiba-tiba saja Hj. Dra. Ida Farida Hamsuk (54), sang tuan rumah (sohibul hajat), jatuh sakit.

“Saat saya sedang shalat, di bagian bawah perut mendadak terasa sakit sekali. Sepertinya ada benjolan kista atau tumor. Memang itu sudah lama saya rasakan. Tapi selama ini saya biarkan (diamkan) saja. Saya tidak menganggapnya masalah yang sangat serius,” tutur Ida Farida.

Baca lebih lanjut

Hj. Dien Sri Riadiniah S, SH, M.Si; Sedekah Tidak Mesti Berupa Uang

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Orang bersedekah tidak harus dengan sejumlah atau setumpuk materi. Selain berupa uang pun bisa disedekahkan, apapun bentuk barangnya. Yang penting rumahada manfaatnya bagi orang lain. Itulah yang diyakini oleh Hj. Dien Sri Riadiniah S (67).

Suatu hari, rumah ibu yang memiliki lima putra putri itu didatangi tetangganya yang meminta tolong. Tetangganya memberitahukan bahwa ada seorang anak yatim yang cerdas, yang ingin meneruskan sekolah. Namun keadaan ekonomi keluarganya tidak memungkinkan untuk membayar uang sekolah dan membeli peralatannya. Untuk makan sehari-hari saja serba kekurangan.

Baca lebih lanjut