dr. Muhamad Rizal; Uang Rp. 50.000 Jadi 5 Juta Rupiah

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Dalam sebuah ayat Al-Quran, Allah SWT berfirman; “Siapapun yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar terbaik dari persoalan yang tengah membelitnya dan Allah mendatangkan rezeki yang munculnya dari arah yang tidak pernah bisa diduga oleh siapapun.”

Pesan dan esensi ayat tersebut diyakini betul oleh dr. Muhamad Rizal (26). Ia percaya bahwa jika seseorang dengan sepenuh hati mau menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan membantu menyelesaikan segala problematika hidupnya. Terbukti, Rizal sudah mengalaminya sendiri.

Pertengahan Juni 2009, Rizal berencana akan melangsungkan ijab qabul sekaligus menggelar pesta pernikahan dengan mempersunting Fadilah Fuad, kekasih hatinya. Rizal bertekad membuat moment seumur hidup sekali itu seistimewa mungkin.

“Istimewa dalam arti bukan acaranya serba mewah, besar-besaran atau menghabiskan dana hingga miliaran rupiah, layaknya para selebritis ibukota atau pengusaha papan atas. Istimewa dalam pandangan saya adalah acaranya sederhana (simpel), tapi sangat berkesan bagi saya, istri, orang tua, keluarga, dan para tamu undangan,” Rizal buru-buru menjelaskan.

Alhasil, menurut Rizal, segala sesuatunya perlu disiapkan secara matang, terkonsep dan penuh perhitungan sejak jauh-jauh hari. Karena itu, ia tidak memikirkannya sendirian, melainkan berdiskusi dengan calon isti, ayah, ibu dan saudara-saudara dekatnya.

Setelah semua planning disepakati dan tercatat rapi di atas kertas, Rizal membuka celengannya. Ternyata, uang tabungannya tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pernikahan. Anggarannya kurang lima juta lagi. Ia pusing harus mencari kemana. Sementara acara pernikahan tinggal menghitung hari. Seolah ia tengah berpacu dengan kecepatan waktu.

Rizal terpaksa meminta bantuan saudara-saudaranya. Sayangnya, beberapa saudaranya rata-rata angkat tangan. Secara kebetulan, mereka juga sedang tidak punya uang. Rizal tidak putus asa. Ia tetap berprasangka baik bahwa Allah pasti akan menolong dirinya, entah bagaimana caranya.

Seperti biasa, selepas menunaikan shalat Dhuha pada awal Juni 2009, Rizal tengah mempersiapkan diri untuk berangkat beraktivitas. Jarum jam dinding di rumahnya menunjuk angka 9. Mendadak pintu depan rumah Rizal diketuk dari luar. Ia beranjak dari tempat duduknya, lalu menuju sumber suara.

Sesaat setelah membuka pintu, dihadapan Rizal ada seorang ibu yang menggendong anak kecilnya. Ibu itu meminta sedekah untuk makan seraya menundukkan wajahnya. Rizal menanyakan identitas si ibu. Si ibu hanya menjawab bahwa ia sudah tak bersuami lagi. Suaminya telah lama meninggal dunia.

Seketika perasaan Rizal tergerak untuk membantu si ibu. Ia spontan merogoh 2007_money_collectionsakunya dan menemukan satu lembar uang Rp. 50.000 (lima puluh ribu). Hanya uang itu yang ada dikantungnya. Tanpa pikir panjang, uang itu langsung diberikan kepada si ibu. Si ibu mengucapkan terima kasih dan mendoakan agar semua persoalan yang dihadapi Rizal cepat terselesaikan.

Si ibu lalu hendak pamit pergi. Namun Rizal menawarkan untuk sejenak masuk ke rumahnya dulu. Maksudnya, Rizal ingin mengajaknya makan pagi atau sekedar minum air putih. Rupanya ibu itu tidak mau. Akhirnya Rizal membiarkan si ibu dan anak kecil yang tidak dikenalnya itu berlalu meninggalkannya.

“Setelah ibu itu pergi, saya nggak berpikir apa-apa, langsung berangkat ke tempat tugas,” cetus Rizal.

Dua hari kemudian, tiba-tiba Rizal diminta datang ke rumah oleh kakak sepupunya. Saudaranya itu menanyakan apakah Rizal masih kekurangan 5 juta rupiah untuk keperluan hari H.

“Saya menjawab iya. Tanpa disangka, kakak sepupu itu kemudian memberikan uang tunai 5 juta rupiah kepada saya. Katanya dia baru saja mendapat rezeki. Padahal dua hari yang lalu, dia bilang sedang kosong dompetnya. Subhanallah…Saya bahagia sekali bisa dibantu. Saya berpikir, mungkin inilah balasan karena kemarin saya mensedekahkan uang Rp. 50.000 kepada ibu itu,” tutur Rizal.

Singkat cerita, pada 12 Juni 2009, Rizal dapat menggelar resepsi pernikahan yang berlangsung lancar sesuai rencana. Keluarga besar dari kedua belah pihak turut hadir memberikan doa restu. Begitu pula teman-teman Rizal yang datang untuk memberikan doa dan ucapan selamat.

“Terpenting lagi, untuk acara tersebut, saya tidak sampai berhutang kepada siapapun. Alhamdulillah…Inilah barangkali berkah bagi orang-orang yang senang bersedekah,” ucap Rizal sembari tersenyum.

Rizal menceritakan, sejak dulu dirinya memang senang bersedekah. Namun sifatnya masih suka-suka diri. Artinya, ia terkadang sedekah uang Rp. 10.000, Rp. 20.000 atau Rp. 5.000, tergantung suasana hatinya. Sejak mendengarkan ceramah Ustad Yusuf Mansur di televisi, mengunjungi PPPA Wisatahati, membeli 1 paket buku yang berisi 4 buku, dan mengerti konsep keajaiban sedekah yang digagas PPPA, kini bersedekah sudah menjadi program hidup Rizal.

“Selain sedekah, amalan yang selama ini rutin saya kerjakan ialah shalat Dhuha dan shalat Tahajud. Semua yang saya lakukan itu tidak lepas atas bimbingan dari para ustad di PPPA Wisatahati. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semuanya, terutama untuk Ustad Yusuf Mansur,” ucap lelaki yang tinggal bersama istrinya di Komplek Kerawang, Padang Selatan. (Tulisan testimoni tentang Keajaiban Sedekah ini merupakan hasil kerjasama dengan PPPA Wisatahati pimpinan Ustad Yusuf Mansur)

4 thoughts on “dr. Muhamad Rizal; Uang Rp. 50.000 Jadi 5 Juta Rupiah

  1. lilis September 3, 2009 / 6:49 am

    alquran adl perkataan yang sebenar-benarnya….

  2. DIDI Oktober 5, 2009 / 2:12 am

    BAGUS BAGUS MEMANG SEDEKAH MEMBAWA BERKAH KADANG-KADANG TERLALU CEPAT DIBALAS ALLAH MARI TERUS BERSEDEKAH

  3. DIDI Oktober 5, 2009 / 2:13 am

    I LOVE YOU SEDEKAH FOREVER I WILL DO SEDEKAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s