Yuni Sulistio; “Saya Ikhlas Cincin Pernikahan Disedekahkan”

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Sudah lima tahun Yuni Sulistio (32) menikah dengan Arif Adianta (36). Namun, buah hati yang diharapkan bisa meramaikan rumah tangga mereka tak kunjung tiba. Berbagai usaha sudah dilakukan pasangan suami istri ini, babymulai dari mencoba pengobatan alternatif hingga mendatangi dokter atau rumah sakit yang memiliki fasilitias canggih. Hasilnya tetap saja nihil.

“Pokoknya setiap ada saudara, teman atau kenalan yang memberitahu ada pengobatan alternatif, bidan, tabib atau dukun bayi yang bisa membantu perempuan agar hamil, langsung saya datangi tanpa mempertimbangkan jarak yang jauh maupun ongkos yang mahal. Sampai akhirnya saya capek sendiri mengikuti saran-saran itu. Saya nyaris frustasi karena malu sama keluarga, saudara dan para tetangga. Bahkan sempat pula saya berburuk sangka (su’udzhon) sama Allah SWT,” kata Yuni.

Keinginan menggebu Yuni dan suaminya untuk memiliki momongan sudah tak terbendung. Banyaknya jumlah uang yang telah dikeluarkan sepertinya tak menjadi kendala berarti. Ia dan suaminya tidak peduli jika hutangnya sudah menumpuk. Intinya, wanita kelahiran Jakarta ini mengaku rela menempuh jalan apapun demi mendapatkan keturunan.

“Agama saya (Islam) memang menganjurkan kepada seluruh umatnya untuk berikhtiar untuk mencapai sesuatu. Tapi sepertinya pikiran saya sudah mentok, nggak tahu mau ngapain lagi,” cetus Yuni, terdengar putus asa.

Pada satu kesempatan di tahun 2007, Yuni menghadiri peluncuran buku KFK dan Quantum Ikhlas sekaligus membelinya. Setelah membaca kedua buku itu, pikirannya mulai terbuka dan hatinya tersadarkan. Semangatnya bangkit kembali. Dalam buku itu diterangkan, jika seseorang punya suatu hajat, maka pikiran positif (husnudzhon) kepada Allah SWT harus tetap dijaga. Selain itu, perlu dibarengi dengan amalan-amalan tertentu, antara lain seperti sedekah, shalat Dhuha dan shalat Tahajud. 

“Dari buku KFK itulah untuk kali pertama saya mendengar dan mengenal nama Ustad Yusuf Mansur. Saya langsung jatuh hati padanya, sebab penjelasannya logis dan mampu mengontrol kenginan besar saya untuk segera menggendong momongan. Saya ingin sekali bertemu dengan beliau, untuk menceritakan segala permasalahan hidup saya. Tapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Akhirnya, saya hanya bisa mendengarkan ceramah ustad muda itu lewat televisi,” cerita Yuni.

Berkat buku itu pula Yuni dan sang suami mulai rajin bersedekah. Ia mensedekahkan barang-barang yang dimiliki, termasuk cincin pernikahannya kepada anak-anak yatim piatu. Keduanya yakin bahwa sedekah akan mengembalikan keadaan yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Yuni secara khusus percaya bahwa sedekah akan membantu mempercepat kehamilannya. Meski demikian, Yuni dan suaminya tidak melupakan usaha-usaha lahiriah.

Selang beberapa waktu, Yuni mendapat berita gembira. Ustad Yusuf Mansur yang telah dijadikannya idola akan mengisi pengajian di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta, dalam rangka buka puasa bersama pada bulan Ramadhan tahun 2007. Yuni tidak ingin melewatkan kesempatan emas itu. Ia hadir lebih awal di tempat acara, dengan harapan agar bisa berkonsultasi dengan ustad begitu pengajian usai. Rupanya jadwal ustad yang padat dan banyaknya orang yang ingin bertemu dengannya membuat Yuni harus ikhlas mengelus dada, karena tidak bisa curhat kepada beliau.

“Ustad menerangkan tentang keajaiban sedekah. Saya betul-betul terkesima. Setelah itu beliau mengajak kita untuk bermuhasabah (introspeksi diri). Saya juga ingat petuahnya bahwa segala sesuatu pasti ada proses, waktu dan gilirannya, sebab Allah SWT sudah menggariskannya. Tinggal kita yang mau bersabar atau tidak. Pasca mengikuti pengajian ustad, saya kian menggetolkan sedekah,” kenang Yuni.

Dua tahun berikutnya, sekitar Mei 2009, Yuni dan suaminya memutuskan untuk  menempuh jalan inseminasi buatan. Sebulan sebelumnya, keduanya bernazar bahwa jika pada akhirnya nanti Yuni bisa hamil secara alami, maka uang yang akan digunakan untuk program inseminasi seluruhnya akan didonasikan ke PPPA Wisatahati.

“Anehnya, ketika tiba hari H untuk melakukan inseminasi, keadaan saya kurang baik (sakit). Terpaksa rencana yang sudah diagendakan itu ditunda. Saya pulang lagi ke rumah. Beberapa hari kemudian, saya kok tidak kunjung menstruasi, padahal sudah waktunya datang bulan. Begitu ditespack, ternyata terdapat garis merah dua. Itu tandanya saya positif hamil. Subhanallah…Alhamdulillah…Saya langsung sujud syukur,” katanya dengan ekspresi yang tak biasa.

Yuni dan suaminya tak kuasa menitikkan air mata lantaran bahagia mendapatkan anugerah luar biasa dari Allah SWT. Keduanya lantas menunaikan nazarnya, dengan menyedekahkan seluruh uang yang semula untuk inseminasi ke PPPA.

“Rasanya seperti mimpi saya bisa hamil. Sekarang usia kandungan saya sudah 7 minggu. Seiring dengan datangnya kabar yang sungguh menggembirakan itu, alhamdulillah saya bisa melunasi seluruh hutang saya. Di kantor pun saya mendapat jabatan baru. Saya berpikir, inilah barangkali yang disebut keajaiban sedekah. Saya sampai sekarang masih tetap bersedekah, sesuai kemampuan diri. Saya meyakini bahwa dengan kita rajin bersedekah sembari membenahi shalat lima waktu dan melakukan amalan lainnya, Allah SWT akan memudahkan rezeki kita,” tutup wanita yang bekerja di sebuah perusahaan kosmetik ternama itu. (Tulisan testimoni tentang Keajaiban Sedekah ini merupakan hasil kerjasama dengan PPPA Wisatahati pimpinan Ustad Yusuf Mansur)

Iklan

3 thoughts on “Yuni Sulistio; “Saya Ikhlas Cincin Pernikahan Disedekahkan”

  1. fenti April 4, 2011 / 1:22 pm

    bagi siapapun yg mencari pendonor inseminasi. harap hubungi saya melalui emaill

  2. fenti April 4, 2011 / 1:24 pm

    bagi siapa saja yg mencari pendonor inseminasi. harap hubungi saya ke emaill ( fenti2313@yahoo.co.id ) saya siap jika rahim saya diperlukan.

  3. Abi Annisa Juni 9, 2011 / 5:43 am

    I love u Bunda ….
    Mari Bersyukur tanpa kenal tempat dan waktu

    Insya Allah
    Insya Allah
    Insya Allah
    Ada jalan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s