dr. Muhamad Rizal; Uang Rp. 50.000 Jadi 5 Juta Rupiah

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Dalam sebuah ayat Al-Quran, Allah SWT berfirman; “Siapapun yang bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar terbaik dari persoalan yang tengah membelitnya dan Allah mendatangkan rezeki yang munculnya dari arah yang tidak pernah bisa diduga oleh siapapun.”

Pesan dan esensi ayat tersebut diyakini betul oleh dr. Muhamad Rizal (26). Ia percaya bahwa jika seseorang dengan sepenuh hati mau menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan membantu menyelesaikan segala problematika hidupnya. Terbukti, Rizal sudah mengalaminya sendiri.

Baca lebih lanjut

Iklan

Menyikapi Nikah Beda Negara (tulisan bagian satu)

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Tidak sedikit orang yang membayangkan bahwa pernikahan beda negara atau menikah dengan orang asing adalah suatu hal yang sangat pelik. Pasalnya, berbagai persoalan kerap mengiringinya. Sebutlah dari mulai hubungan jarak jauh, ketidaksejutuan orang tua, tahap membina rumah tangga, pengasuhan anak dan tanggung jawab keluarga. Belum lagi perbedaan bahasa, budaya, gaya hidup, dan pola pikir yang jelas sekali.

Sepertinya akan lebih rumit lagi jika urusan nikah ini ditarik lebih jauh kemasalah imigrasi, perjanjian pranikah, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), tantangan dari negara (kebijakan, aturan hukum dan perundang-undangan), masyarakat maupun dari dalam keluarga sendiri. Yang jelas, bagi yang berminat menikah lintas negara, bersiaplah untuk memupuk kesabaran dan kesungguhan yang ekstra.

Baca lebih lanjut

Inilah Alasan Menikah dengan Orang Asing (tulisan bagian dua)

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Menikah dengan pasangan beda negara, mungkin bagi sebagian orang Indonesia punya kebanggaan tersendiri: unik, keren, bergengsi, bayangan hidup mewah, dan bakal punya anak indo. Atas dasar itu, barangkali ada juga segelintir orang yang sudah mencanangkannya sejak usia remaja. Rupanya hal tersebut tidak berlaku bagi Riyanti Kutty Nurinda Nusrtdinova, yang mengaku tidak menargetkan harus menikah dengan orang asing. Perempuan berusia 27 itu justru menyebutnya sebagai takdir atau sudah jalan hidupnya.

Ceritanya bermula sewaktu Nurinda mendapatkan beasiswa S2 ke Rusia.  Saat itu, ia sudah memasuki usia saatnya memikirkan hubungan yang serius dengan seseorang. Ketika itu pula, ia berada di satu titik puncak, dimana dirinya sangat ingin bertekad menjadi muslimah yang baik. Hidup sesuai syariat Islam, dengan memegang teguh dan menerapkan prinsip Islam secara kuat. Padahal, Nurinda hidup dan tinggal sebagai mahasiswa rantau di negeri yang sangat jauh dari suasana islami. 

Baca lebih lanjut

KH. Anis Manshur Arsyad; “Banyak yang Perlu Dipertimbangkan”

Memilih pasangan hidup –lelaki maupun perempuan—memang perlu pertimbangan yang benar-benar matang. Niat awal dan tujuan menikah haruslah ditata dan dipahami secara benar. Artinya, memutuskan untuk hidup bersama dengan orang yang dicintai, tidak sekadar disandarkan pada aspek lahiriah. Sesungguhnya ada yang lebih penting dari itu, yakni agama.

Kenapa faktor agama sangat ditekankan? Bagaimana Islam memandang pernikahan beda negara? Seperti apa pola pendidikan yang baik bagi anak-anak yang lahir dari pernikahan lintas negara? Berikut ini petikan wawancara Anis Mansur 02Lukman Hakim Zuhdi dengan KH. Anis Manshur Arsyad, Wakil Ro’is Syuriah PWNU Jawa Barat yang juga pengurus Idarah Aliyah Jam’iyyah Ahli Al-Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah.

Baca lebih lanjut

Yuni Sulistio; “Saya Ikhlas Cincin Pernikahan Disedekahkan”

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Sudah lima tahun Yuni Sulistio (32) menikah dengan Arif Adianta (36). Namun, buah hati yang diharapkan bisa meramaikan rumah tangga mereka tak kunjung tiba. Berbagai usaha sudah dilakukan pasangan suami istri ini, babymulai dari mencoba pengobatan alternatif hingga mendatangi dokter atau rumah sakit yang memiliki fasilitias canggih. Hasilnya tetap saja nihil.

“Pokoknya setiap ada saudara, teman atau kenalan yang memberitahu ada pengobatan alternatif, bidan, tabib atau dukun bayi yang bisa membantu perempuan agar hamil, langsung saya datangi tanpa mempertimbangkan jarak yang jauh maupun ongkos yang mahal. Sampai akhirnya saya capek sendiri mengikuti saran-saran itu. Saya nyaris frustasi karena malu sama keluarga, saudara dan para tetangga. Bahkan sempat pula saya berburuk sangka (su’udzhon) sama Allah SWT,” kata Yuni.

Baca lebih lanjut

Yohana Susilowati; “Berkah Sedekah Sepeda Motor”

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Jalan hidup manusia tak ada yang dapat menerka. Kehidupan yang semula bahagia, dalam sekejap bisa berubah petaka. Rumah tangga yang awalnya motorrukun, dalam hitungan waktu bisa berantakan akibat dihempas badai yang meruntuhkan pondasi dan kekuatan cinta. Itulah keadaan yang dialami Yohana Susilowati (35).

Setelah berumah tangga selama lima tahun, Yohana ‘terpaksa’ bercerai dengan suaminya. Entah persoalan krusial apa yang menyebabkan keduanya berpisah. Yohana enggan menceritakannnya. Yang jelas, wanita yang masuk Islam pada usia 17 tahun itu tidak sampai frustasi, apalagi ingin bunuh diri. Ia sadar, setiap persoalan pasti ada hikmahnya.

Baca lebih lanjut