IBU

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Kasih ibu sepanjang jalan. Kasih anak sepenggal jalan.

Kata ‘ibu’ mengandung banyak definisi. Kerangka umum merumuskan, ibu adalah perempuan yang telah melahirkan seorang anak. Makna lain, ibu berarti sebutan untuk wanita yang sudah bersuami. Dalam lingkungan keluarga, ibu menyandang dua posisi, yakni sebagai istri dari suami yang menjadi kepala rumah tangga dan selaku ibu bagi anak-anaknya. Seorang ibu umumnya memiliki karakter khas. Misal nalurinya lemah lembut, perasaannya peka, tutur katanya santun, akhlaknya baik, jiwa kemanusiaannya tinggi, sabar, tegar, tulus mencurahkan cinta dan kasih sayang.

Islam memberikan perhatian dan tempat khusus kepada kaum ibu. Sebagai seorang istri, hendaknya ibu menjadi penebar kasih sayang, tempat suami menemukan kedamaian, sumber semangat bagi kehidupan rumah tangga sekaligus kebahagiaan suami istri. Sedangkan selaku seorang ibu, ia bertugas mendidik anak-anak dan membentuknya sebagai calon pemimpin.

Apabila anak-anak baik dan terdidik dengan pengetahuan yang benar, maka kehidupan keluarga, lingkungan, masyarakat bahkan negara akan bangkit 081223-hari-ibudan –insya Allah—derajatnya meningkat di tangan mereka. Jikalau tidak, maka malapetaka dan kehancuran semuanya dimungkinkan terjadi. Di sinilah peran ibu yang terus berkesinambungan tanpa mengenal rasa lelah sangat besar dalam memoles buah hatinya, meski tak dapat dipungkiri di situ ada sumbangan seorang ayah.

Sebaliknya, kebanyakan anak sering menganggap bahwa menghadiahkan mobil atau membuatkan rumah yang dipersembahkan untuk kedua orang tua –terutama ibunya—merupakan jasa yang cukup besar. Dengan cara begitu, si anak menyangka telah memenuhi atau menyelesaikan semua hak keduanya. Setelah itu, dengan angkuhnya anak memutuskan komunikasi dan berhenti berbakti kepadanya.

Pemikiran demikian jelas keliru. Anda paham, orang tua memang telah mengeluarkan hal yang sangat mahal dan tentu berharga untuk anaknya secara tulus penuh keridhaan. Namun perlu disadari, mereka tidak pernah menghitung segala pemberian kepada anaknya. Tidak pula mereka mengharapkan darinya imbalan yang setimpal.

Bagi Anda yang menduduki posisi anak, ibu sesungguhnya sosok insan yang sangat mulia. Ibu mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, mendidik sekaligus membesarkan. Bila diibaratkan, ibu adalah tempat sekolah yang pertama bagi anak-anak. Kenyaatan yang sekarang terjadi di masyarakat, tidak sedikit ditemukan kaum ibu yang lari dari tanggung jawabnya. Sebagai istri, ia tidak mau lagi mengurus suaminya. Selaku ibu, ia kerap menelantarkan anaknya.

Alasan yang disodorkan jelas beraneka rupa. Semisal ibu sibuk dengan urusan kantor atau rutinitas bisnisnya. Akibatnya suami dan anak menjadi korban ketidakpeduliannya. Perlu dicermati, Islam pada dasarnya tidak pernah melarang wanita untuk berkiprah dalam berbagai bidang kehidupan. Hanya saja, mereka tidak boleh melupakan kodrat, tugas utama dan tanggung jawabnya. Apa jadinya bila segala keperluan suami maupun urusan pendidikan anak diserahkan kepada pembantu? Di sinilah sejatinya peran ibu yang menjadi rujukan suami dan anak harus dimainkan.

Betapa agungnya kedudukan ibu dalam bingkai agama Islam. Sampai ada satu riwayat hadis yang menyatakan bahwa surga berada di bawah telapak kaki ibu. Maka, memuliakan dan mengangkat derajatnya sudah menjadi keharusan. Di antara caranya, Anda wajib taat selagi dalam koridor kebajikan, berbuat baik, menghormati serta memberikan sesuatu yang bagus, baik dan patut kepadanya.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s