Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi Suatu hari, Zubaidah (34) diusir dari kontrakan lantaran tak sanggup membayar uang sewa. Ia bingung, isi dompetnya kosong. Seorang temannya lalu menawarkan tempat gratis. Wajah Zubaidah yang semula ceria seketika mengkerut. ”Kok tega banget, yah. Masa saya suruh tinggal di kandang kambing yang lama tak terpakai. Di sekelilingnya banyak [...]
Arsip untuk Oktober, 2009
31 Okt
Catu: Bertahan Dengan Temulawak
Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi Nama asli Catu (54), tanpa imbuhan nama depan atau belakangnya. Dulu, orang tuanya berharap, dengan pemberian nama yang mudah diingat dan dilafalkan itu, perjalanan hidup anaknya akan selalu dinaungi kemujuran. “Kata orang tua saya, catu artinya untung,” kata Catu, pemilik usaha minuman sehat tradisional Cap Putri Kencana yang memproduksi [...]
31 Okt
Asbun Alfiali: Dunia Abun Dunia Anak-anak
Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi Pedagang itu tidak boleh marah, begitu pesan Asbun Alfiali (42). Asbun tak asal ucap. Pria yang karib disapa Abun itu punya dasarnya, termasuk berangkat dari pengalaman pribadinya sewaktu jual es kueh. Begini ceritanya. Hari itu Abun dagang es kueh di sebelah gerbang sekolah. Beberapa menit setelah bel istirahat dibunyikan, [...]
30 Okt
Surana: “Sampahmu Jadi Tumpuan Hidup Saya”
Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi Siapa sangka, seorang tukang sampah bernama Surana (64), dapat menyekolahkan dua anaknya hingga jenjang perguruan tinggi. Di usia yang seharusnya pensiun dan menikmati hidup, ia justru masih berjikabu dengan bau sampah. “Kalau saya berhenti kerja, emang orang lain mau ngasih makan keluarga saya, heh?!,” katanya dengan suara meninggi. Tiap [...]
30 Okt
Tangis Farda Tak Kunjung Berhenti
Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi Awal 2007. Bambang, suami Farda, masuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Ia menderita talasemia dan komplikasi. Perut membesar, mata dan sekujur badan kuning, serta muntah darah. Talasemia merupakan penyakit kelainan darah yang ditandai dengan berkurang atau ketiadaan produksi dari hemoglobin normal. Dulu, Bambang bekerja di perusahaan minuman berenergi. [...]
26 Okt
Asep Hermawan: Pelopor Pembuat Pupuk Organik di Kampung Bojong Menteng
Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi Setelah tidak bisa masuk perguruan tinggi lantaran kendala biaya, Asep Hermawan (35) memilih mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI). “Honor saya lima ribu rupiah sebulan. Itu pun diberinya setahun sekali (dirapel),” ujarnya santai. Penghasilan minim sebagai guru honorer tak menyurutkan niat Asep menyunting Heni Suhaeni (27). Asep bersama istrinya hidup [...]
14 Okt
Juwita Menangis Lantaran Kesakitan… (Kisah Ibu Tiri yang Baik Hati)
Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi Malang benar nasib Juwita (2). Proses kelahirannya yang dibantu paraji, memang normal tanpa masalah. Hanya saja, dua minggu setelah lahir, orang tuanya baru mengetahui kalau kondisi bocah itu tidak punya anus (ilmu kedokteran menyebutnya atresia ani). Orang tua mana yang tidak sedih melihat buah hatinya setiap buang air besar [...]
14 Okt
Zakaria: ”Tolong Jangan Jauhi Saya…”
Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi Gara-gara dicakar tikus kecil, wajah Zakaria (46) rusak tak karuan. Jaja – panggilan Zakaria—tak menyangka jika kini mata, pipi, hidung, gigi, dan bibirnya hilang. Bola mata kanannya telah diambil. Lubang tempat matanya ditutup rapat dengan kulit daging perut. Saat berumur 6 tahun, dipipi kiri Jaja tiba-tiba muncul benjolan agak [...]
10 Okt
Umiyati: Tak Mau Menyerah Pada Keadaan
Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi HISTERIS BERANDAL. Tulisan itu tertera jelas di dinding anyaman bambu tanpa cat tempat tinggal Umiyati (60). Mak U’um –begitu para tetangga biasa memanggil Umiyati—bukanlah berandal, pengemis atau gelandangan. Perempuan asal Garut, Jawa Barat, itu hanya potret rakyat kecil yang tengah berjuang menghadapi kerasnya hidup. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya [...]
10 Okt
Natirah Ratnasari: Bertahan Hidup Dengan Caranya Sendiri
Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi Masih terekam jelas kejadian empat tahun lalu dalam memori Natirah Ratnasari (40). Ketika itu, tanpa ada angin puting beliung atau hujan badai, tiba-tiba saja Natirah ditinggal suaminya (dicerai). Menurut kabar yang diterima Natirah, suaminya menikah lagi dengan perempuan lain, yang usianya lebih muda. Kontan saja hati Natirah remuk. Ia [...]
Komentar Terakhir