JIN; Makhluk Gaib Serba Bisa

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Ada perbedaaan mendasar antara jin, setan dan iblis, meski ketiganya tergolong makhluk gaib.

Siapakah Jin?

Jin adalah ciptaan Allah SWT yang bahan-bahannya terbuat dari nyala api yang sangat panas. Meski demikian, bentuk jin sangat halus dan dunianya benar-benar tersembunyi. Hampir semua mata manusia biasa tidak dapat melihat jin. Sebaliknya, jin bisa melihat seluruh gerak gerik manusia. Allah SWT secara tegas berfirman; “Sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.”(QS. Al A’raf: 27)

Jika ada manusia yang dapat melihat jin atau alam jin, maka itu bukan bentuk atau rupa jin yang sebenarnya. Hakikatnya, jin itu sedang menjelma dalam wujud makhluk lain yang dapat dilihat secara kasat mata. Allah SWT memang memberi kekhususan atau keistimewaan tersendiri kepada golongan jin. Di antaranya, jin dapat mengubah bentuknya ketika mendatangi seseorang. Jin mampu mengelabui dan menggoda manusia dalam situasi tertentu. Jin bisa mengubah sosoknya agar diterima oleh kalangan dan kelompok lain yang dimasukinya.

Umpamanya jin dapat menjelma menjadi ular, kalajengking, unta, sapi, kambing, kuda, keledai, burung, anjing, atau kucing hitam. Jin bisa menjelma menjadi manusia biasa. Contohnya jin mirip dengan ayah, ibu, saudara, adik, nenek, kakek, paman, bibi, guru, atau orang-orang yang kita cintai. Bahkan, jin dapat berubah wujud menyerupai Rasulullah SAW. Jin juga bisa masuk dan keluar dari tempat manapun yang tidak mungkin ditembus manusia, selain kecepatannya yang luar biasa. Dari sinilah dapat diketahui bahwa jin adalah makhluk gaib yang serba bisa.

Sebagai makhluk hidup yang berakal, bernyawa serta memiliki roh dan jasad, jin dapat mengerjakan segala sesuatu sesuai kehendaknya. Mereka melakukan perkawinan, memiliki keturunan dan terus berkembang biak hingga hari kiamat tiba. Artinya, setiap jin mempunyai jenis kelamin, yakni lelaki atau perempuan. Mereka memiliki bapak, ibu, kakak, adik, nenek, kakek, saudara, teman-teman yang disenangi, dan pengikut atau bala tentara yang selalu menyertainya. Mayoritas usia jin memang lebih panjang dari manusia. Tetapi jin tidak bisa hidup selamanya. Suatu saat mereka pasti mati dan binasa, tentunya atas kekuasaan Allah SWT.

Dimana Tempat Tinggal Jin?

Seluruh golongan jin menghuni setiap sudut bumi ini. Mereka menempati laut, termasuk di dasar laut. Mereka mendiami hutan. Mereka tinggal di bukit. Mereka bersembunyi di gua. Mereka menyebar di hotel, museum dan tempat lainnya. Mereka mendirikan kerajaan di wilayah yang tidak diinjak manusia. Bahkan, jin telah mendiami bumi sebelum adanya manusia. Maksudnya, sebelum Allah SWT menciptakan Nabi Adam alaihis salam sebagai manusia pertama, Allah SWT terlebih dahulu sudah menciptakan jin. Jumlahnya banyak dan tipenya bermacam-macam.

Selain itu, jin juga bisa tinggal bersama manusia. Misalnya di dalam rumah atau tidur di ranjang bersama manusia. Itu bisa saja terjadi jika manusia tidak berdoa sebelum tidur. Namun, tempat yang paling disenangi dan sering dikunjungi kelompok jin jahat adalah saluran air, kamar mandi dan WC, tempat dimana manusia membuka aurat. Oleh karena itu, agar aurat kita terhalang dari pandangan jin, maka ketika masuk ke dalam WC hendaknya kita berdoa kepada Allah SWT. Sebalinya, jin yang baik dan shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik.

Benarkah Jin Makan dan Minum?

Menurut keterangan dari Rasulullah SAW, makanan utama bangsa jin adalah semua jenis tulang dan kotoran hewan. Setiap ada tulang yang tergeletak dimanapun, jin segera mengambil, kemudian memakannya sampai habis. Demikian pula bila ada kotoran yang tidak segera dibuang atau dibersihkan. Maka, jin dan bala tentaranya akan melahapnya hingga tak tersisa. Selain tulang dan kotoran, jin sering ikut makan dan minum bersama orang-orang yang lupa berdoa ketika makan maupun minum.

Apakah Tujuan Jin Diciptakan?

Allah SWT menciptakan jin dan manusia tidak lain untuk beribadah kepada Allah SWT. Tentunya cara ibadah jin berbeda dengan cara ibadah manusia. Cara beramal jin berlainan dengan cara beramal manusia. Shalatnya jin tidak sama dengan shalatnya manusia. Puasanya jin berlainan dengan puasanya manusia. Sedekahnya jin tidak serupa dengan sedekahnya manusia. Masjidnya jin berbeda dengan masjidnya manusia. Semua perbedaan ini disebabkan lantaran jin dan manusia memiliki alam dan dunia yang berbeda. Namun, mayoritas jin bodoh dan prinsipnya mudah goyah.

Tidak semua jin patuh dan tunduk kepada perintah Allah. Hal ini sama dengan sifat dan perilaku manusia, yakni ada yang baik dan buruk. Dari golongan jin pun ada yang membangkang kepada Allah SWT. Mereka melanggar peraturan Allah SWT. Mereka tidak mau beribadah dan lebih senang mengikuti hawa nafsunya. Mereka gemar melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Misalnya, mereka membuat permusuhan dan kekacauan di dalam dunia jin. Mereka tidak pula mengakui Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang berhak dan wajib disembah.

Allah SWT sudah memperingatkan kepada golongan jin, apabila mereka mau beribadah dan patuh pada aturan Allah SWT, maka mereka akan mendapatkan pahala dan dimasukkan ke dalam surga bersama manusia. Jin yang baik biasanya membisiki dan mengajak manusia kepada ibadah dan berbuat baik. Mereka juga mendorong agar manusia senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebaliknya, kelompok jin yang senang merusak dan berani melawan Allah SWT, maka diberikan hukuman berat dan dikirim ke dasar neraka. Mereka akan merasakan dahsyatnya api neraka bersama manusia yang suka berbuat dosa dan maksiat.

Perbedaan Jin, Setan dan Iblis

Perlu diketahui, sesungguhnya ada perbedaan mendasar antara jin, setan dan iblis. Jin adalah makhluk Allah SWT yang tersembunyi dan halus. Jin terbagi menjadi dua kelompok, yakni jin beriman (jin muslim) dan jin pembangkang (jin kafir). Adapun setan ialah setiap makhluk Allah SWT yang durhaka dan membangkang yang terdiri dari golongan jin, manusia atau hewan. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesatkannya dari ketentuan Allah SWT. Sedangkan iblis adalah gembongnya setan, yang berasal dari golongan jin. Akhir kata, setiap orang Islam wajib meyakini keberadaan jin sebagai makhluk Allah SWT.***

About these ads

8 pemikiran pada “JIN; Makhluk Gaib Serba Bisa

  1. apakah jin juga mati sebelum hari kiamat? ada hadist yg mengatakan klu jin bisa mati. terbunuh atau mati karna tua atau sakit.sama halnya seperti manusia..apa itu benar? klu benar kenapa iblis tidak bisa mati sebelum harikiamat tiba? sedangkan iblis adalah salah satu dari bangsa jin.. sama seperti manusia. klu kita rakyat biasa dan mempunyai presiden. toh presiden kita juga berasal dari manusia juga…iblis adalah rajajin

  2. Bahkan, jin dapat berubah wujud menyerupai Rasulullah SAW.

    jangan asal tulis anda tidak ada makhluk di dunia ini baik setan jin atau apapun yang bisa menyerupai Rasululah…. ralat tulisan anda ini.

  3. “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:” Sesiapa yang bermimpi melihatku, maka dia sungguh telah melihatku, kerana syaitan tidak dapat menyerupaiku “(HR. Muslim). Tolong dikoreksi tulisannya!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s