Investor Timur Tengah Melirik Perbankan Syariah Indonesia

Desember 17, 2009

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Memasuki bulan pertama setelah tahun baru, persaingan perbankan di Indonesia akan semakin sengit. Para investor Timur Tengah mulai menanamkan investasinya dalam perbankan syariah.

Awal 2010, dunia perbankan syariah Indonesia akan diramaikan investor-investor baru dari Timur Tengah. Hal tersebut dikatakan Utusan Khusus RI untuk kawasan Timur Tengah, Alwi Shihab, disela acara Prospect and Developments of Indonesia Islamic Banking Under The New Tax Regime, di Menara Syafruddin Bank Indonesia, Jakarta, Senin (7/12).

Alwi Shihab mengungkapkan, investor dari Kuwait yakni Kuwait Financial House (KFH), akan melakukan ekspansi bisnis syariahnya dengan membuka bank baru pada Januari 2010. KFH merupakan lembaga keuangan ternama di Kuwait, mendapat rangking teratas dan masuk katagori excellent dalam daftar 500 lembaga keuangan teratas di seluruh dunia atau The Banker’s List.

Selain Kuwait Financial House, lanjut Alwi Shihab, konsorsium dari Saudi Arabia, Yaman, Qatar, dan Bahrain juga akan masuk ke Indonesia untuk membuat bank baru.

“Mereka (negara-negara Timur Tengah) sudah merintis pendirian bank syariah sejak empat tahun lalu. Berita terakhir yang saya terima, mereka akan merealisasikan investasinya pada Januari 2010. Qatar National Bank juga sedang gencar merintis dan mengakuisisi saham mayoritas dari beberapa bank lokal dalam beberapa bulan ini. Prosesnya saat ini sedang dalam tahap negosiasi,” tukas Alwi Shihab. Baca entri selengkapnya »


UMKM dan Koperasi Masih Disayang Pemerintah

Desember 17, 2009

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Pembiayaan atau permodalan bukan satu-satunya kendala yang dihadapi pelaku UMKM. Pemerintah pun menuntut pelaku UMKM untuk segera berbenah diri.

Selama ini, kontribusi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terhadap perekonomian Indonesia sangat jelas. Sebagai mayoritas jumlah pelaku usaha, UMKM memiliki 51,3 juta unit usaha atau 99,91%. Dilihat dari penyerap tenaga kerja, UMKM tercatat yang terbanyak, yakni 90,9 juta pekerja atau 97,1%.

“Kontribusi UMKM terhadap PDB Rp 2.609,4 triliun atau 55,6%. Nilai investasinya cukup signifikan, yaitu Rp 640,4 triliun atau 52,9%. Sedangkan penciptaan devisanya mencapai Rp. 183,8 triliun atau 20,2%,” papar Ratna E. Amiaty, Direktur Direktorat Kredit, BPR dan UMKM Bank Indonesia, dalam acara Seminar dan Lokakarya Nasional Mewujudkan Koperasi Jasa Keuangan yang Sehat, Kuat dan Dipercaya, di Jakarta, Selasa (8/12). Baca entri selengkapnya »


Prospek Bisnis Batubara Sangat Menjanjikan

Desember 17, 2009

Batubara

Batubara

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Kebutuhan dalam negeri (domestik) dan permintaan luar negeri (ekspor) terhadap batubara telah menunjukkan peningkatan yang cukup pesat. PT Sekotong Mining Internasional pun siap menjajal pasar luar negeri.

Perkembangan produksi batubara dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan grafik. Di antara faktor pemicunya adalah pembangunan PLTU-PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) baru oleh pemerintah di dalam dan luar pulau Jawa. Baca entri selengkapnya »


Kasus Century Lelet, Investor Asing Bisa Kabur

Desember 13, 2009

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Penyelesaian double case BC yang lelet jadi penyebab kaburnya para investor. Ketegasan pemerintah dan kecepatan aparat penegak hukum pun sangat dinanti semua pihak.

Kondisi perekonomian tahun 2010 tidak bisa dilepaskan dari situasi ekonomi 2009. Setidaknya itu salah satu point penting yang mengemuka dari hasil diskusi Polemik Radio Trijaya bertajuk Prospek Ekonomi 2010 Pascakasus Century, di Warung Daun, Pakubowono, Jakarta Selatan, Sabtu (5/12). Baca entri selengkapnya »


Sensasi Totok Aura

Desember 13, 2009

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Bisnis jasa perawatan dan kebugaran tubuh melalui totok aura belum banyak muncul di Indonesia. Salma Dian Priharjati adalah pelopor utamanya.

Sejak lahir, setiap orang sudah memiliki aura. Menurut Salma Dian Priharjati –akrab disapa Dian—, aura berarti energi riang gembira. Dalam terminologi akademis, totok aura disebut sebagai suatu medan elektromagnetic yang berada mengelilingi sekujur tubuh dan berfungsi melindungi tubuh.

Sebagian praktisi sering juga menyebut totok aura dengan istilah Biogetic Ray, Chi atau Prana, yang memancar dari tujuh cakra sebagai pusat putaran energi manusia. Keberadaan aura tak terlalu sulit diidentifikasi. Bila diamati akan nampak berupa pendaran samar seperti pelangi.

“Aura memang tidak dapat dilihat, tapi bisa dirasakan. Aura selalu sejalan dengan kondisi batin (spiritual), fisik maupun psikis (emosional) seseorang. Artinya, ketiga unsur itu sangat mempengaruhi kemunculan aura (energi) seseorang,” jelas Dian, pemilik sekaligus Direktur Utama PT Dian Kenanga Mandalawangi kepada Indonesia Monitor, Jumat (4/12). Baca entri selengkapnya »


Pembiayaan Mudharabah Bank Muamalat Menguntungkan

Desember 13, 2009

Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Perbankan syariah (bank Islam) telah menjadi istilah yang sudah tidak asing lagi,  baik di dunia muslim maupun dunia Barat. Istilah tersebut mewakili suatu sistem perbankan dan pembiayaan yang berusaha menyediakan layanan-layanan bebas ‘bunga’ kepada para nasabah.

Di Indonesia, bank yang kali pertama berlabel syariah (Islam) adalah PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Muamalat didirikan pada 1 Nopember 1991, yang diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah Indonesia . Lahirnya Muamalat juga didukung oleh Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha muslim. Baca entri selengkapnya »


Nasionalisme ‘Manusia Beton Bertulang’

November 21, 2009

Peresensi Lukman Hakim Zuhdi

Judul buku: Cakrawala Roosseno

Penulis: Eka Budianta

Penerbit: Yayasan Obor Indonesia, Jakarta

Tahun: Cetakan I, Juli 2008

Tebal: xviii + 333 halaman

Harga: Rp. 90.000,-

“Insinyur Indonesia tidak kalah pandai dengan insinyur asing. Jangan mudah menyerah dan jangan merasa rendah diri dengan insinyur asing.”

Pidato yang membangkitkan semangat nasionalisme dan sangat heroik tersebut disampaikan Prof. DR (HC) Ir. Raden Roosseno Soerjohadikoesoemo sekitar bulan Pebruari 1973, di Hotel Indonesia, Jakarta, di hadapan para insinyur dan calon insinyur. Roosseno secara sungguh-sungguh tengah menanamkan jiwa patriotik yang mandiri dan mendorong mereka untuk menjunjung tinggi etika profesi. Gemuruh tepuk tangan sontak membahana, mengundang decak kagum hadirin. Baca entri selengkapnya »


DISKUSI TERBUKA

November 21, 2009

Acara: Diskusi Mengkaji Kebijakan Politik KIB II

Penyelenggara: Lembaga Survei Trust Indonesia

Hari/Tgl: Minggu, 22 November 2009

Pukul: 13.00-selesai

Tempat : Warung Daun Cikini (depan TIM), Jakarta Pusat

 


Siti Zubaidah: Bangkit Dari Kandang Kambing

Oktober 31, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Suatu hari, Zubaidah (34) diusir dari kontrakan lantaran tak sanggup membayar uang sewa. Ia bingung, isi dompetnya kosong. Seorang

Siti Zubaidah

Siti Zubaidah

temannya lalu menawarkan tempat gratis. Wajah Zubaidah yang semula ceria seketika mengkerut.

Kok tega banget, yah. Masa saya suruh tinggal di kandang kambing yang lama tak terpakai. Di sekelilingnya banyak pohon pisang dan kelapa. Setelah dipikir, daripada anak-anak (Aida, Ali, Sholihah, dan Solahudin) tidur di pinggir jalan atau kolong jembatan, masih mending di sini,” Zubaidah mengelus dada.

Zubaidah mengangkut barang-barang pindahannya sendirian. Kebetulan saat itu bertepatan dengan keberangkatan Nurdin (35), suaminya, ke Kalimantan. Begitu pun saat membersihkan kandang yang kotor dan bau, ia mengerjakan sendiri. Tangannya cekatan membuang sarang laba-laba.

Baca entri selengkapnya »


Catu: Bertahan Dengan Temulawak

Oktober 31, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Nama asli Catu (54), tanpa imbuhan nama depan atau belakangnya. Dulu, orang tuanya berharap, dengan pemberian nama yang mudah diingat dan

Catu

Catu

dilafalkan itu, perjalanan hidup anaknya akan selalu dinaungi kemujuran.

“Kata orang tua saya, catu artinya untung,” kata Catu, pemilik usaha minuman sehat tradisional Cap Putri Kencana yang memproduksi temulawak dan jamu sari akar.

Nyatanya benar. Saat ini Catu termasuk orang yang beruntung. Ia masih bisa mempertahankan usahanya, meski harus jatuh bangun. Catu menuturkan, sebelum 2005, usaha temulawak menjamur dimana-dimana. Di Jabodetabek, kurang lebih ada 115 pabrik temulawak. Rata-rata pemiliknya menangguk untung besar, sukses.

Baca entri selengkapnya »


Asbun Alfiali: Dunia Abun Dunia Anak-anak

Oktober 31, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Pedagang itu tidak boleh marah, begitu pesan Asbun Alfiali (42). Asbun tak asal ucap. Pria yang karib disapa Abun itu punya dasarnya, termasuk

Asbun Alfiali

Asbun Alfiali

berangkat dari pengalaman pribadinya sewaktu jual es kueh.

Begini ceritanya. Hari itu Abun dagang es kueh di sebelah gerbang sekolah. Beberapa menit setelah bel istirahat dibunyikan, puluhan siswa siswi kontan berhamburan menyerbu dagangan Abun. Abun melayani satu persatu pembelinya.

Usai murid-murid meninggalkan gerobak es Abun, Abun melihat seorang siswa duduk menyendiri. Siswa itu tak membeli es kuehnya. Abun menduganya sedang tak memiliki uang jajan. Spontan Abun menghampirinya seraya memberikan sebuah es kueh gratis. Bocah itu menerimanya dengan senang hati.

Baca entri selengkapnya »


Surana: “Sampahmu Jadi Tumpuan Hidup Saya”

Oktober 30, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Siapa sangka, seorang tukang sampah bernama Surana (64), dapat menyekolahkan dua anaknya hingga jenjang perguruan tinggi. Di usia yang

Surana

Surana

seharusnya pensiun dan menikmati hidup, ia justru masih berjikabu dengan bau sampah.

“Kalau saya berhenti kerja, emang orang lain mau ngasih makan keluarga saya, heh?!,” katanya dengan suara meninggi.

Tiap pagi, Surana menarik gerobak sampah berukuran sedang yang sudah reot. Jalannya pelan-pelan. Ia menyambangi setiap rumah di lingkungan RT 006 Pondok Karya, Tangerang, Banten. Sampah yang dimasukan gerobak tak terlalu banyak.

“Takut bagian bawah gerobaknya jebol. Maklum, gerobak ini usianya hampir seperempat dari usia saya,” Surana terkekeh.

Baca entri selengkapnya »


Tangis Farda Tak Kunjung Berhenti

Oktober 30, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Awal 2007. Bambang, suami Farda, masuk Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Ia menderita talasemia dan komplikasi.

Farda

Farda

Perut membesar, mata dan sekujur badan kuning, serta muntah darah. Talasemia merupakan penyakit kelainan darah yang ditandai dengan berkurang atau ketiadaan produksi dari hemoglobin normal.

Dulu, Bambang bekerja di perusahaan minuman berenergi. Namun, semenjak ginjal kanannya rusak, ia total menganggur. Farda kemudian yang menggantikannya mencari nafkah. Sisa maskawin 3 gram emas dijual untuk modal usaha. Farda jualan baju dan underwear wanita, keliling kampung.

Sejak Bambang dirawat, Farda tak lagi jualan. Ia lebih sering menemani suaminya. Kalau pun Farda pulang ke rumah, paling-paling untuk memastikan keempat anaknya; Rizki Apriliansah (15), Rizka Amelia (12), Rizqullah Akmal (8), dan Risma Azzahra (5), tidak kelaparan.

Baca entri selengkapnya »


Asep Hermawan: Pelopor Pembuat Pupuk Organik di Kampung Bojong Menteng

Oktober 26, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Setelah tidak bisa masuk perguruan tinggi lantaran kendala biaya, Asep Hermawan (35) memilih mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Asep Hermawan

Asep Hermawan

“Honor saya lima ribu rupiah sebulan. Itu pun diberinya setahun sekali (dirapel),” ujarnya santai.

Penghasilan minim sebagai guru honorer tak menyurutkan niat Asep menyunting Heni Suhaeni (27). Asep bersama istrinya hidup seirit mungkin, sesuai pendapatan bulanannya. Kebutuhan yang dirasa tidak penting, dicoret dari daftar belanjaan.

Setahun berlalu. Asep dan istrinya dikarunia bayi perempuan (Fitriyah). Kehadiran putri pertamanya jelas mendongkrak pengeluaran. Asep putar otak. Setelah pagi hari mengajar di MI, siangnya mengajar di MTs dan MA. Selain itu, ia bergabung dengan Kelompok Tani Unggul untuk belajar bercocok tanam.

Baca entri selengkapnya »


Juwita Menangis Lantaran Kesakitan… (Kisah Ibu Tiri yang Baik Hati)

Oktober 14, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Malang benar nasib Juwita (2). Proses kelahirannya yang dibantu paraji,

Ipah Menggendong Juwita

Ipah Menggendong Juwita

memang normal tanpa masalah. Hanya saja, dua minggu setelah lahir, orang tuanya baru mengetahui kalau kondisi bocah itu tidak punya anus (ilmu kedokteran menyebutnya atresia ani).

Orang tua mana yang tidak sedih melihat buah hatinya setiap buang air besar (BAB) harus melalui saluran vagina. Yang lebih menyedihkan, Juwita ditinggal pergi begitu saja oleh ibunya. Sang ibu rupanya tidak terima dengan keadaan Juwita.

“Istri saya tiba-tiba minta cerai gara-gara Juwita sakit begitu. Saya makin pusing saja!” keluh Juli Saputra (30), ayah Juwita.

Baca entri selengkapnya »


Zakaria: ”Tolong Jangan Jauhi Saya…”

Oktober 14, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Gara-gara dicakar tikus kecil, wajah Zakaria (46) rusak tak karuan. Jaja –

Zakaria

Zakaria

panggilan Zakaria—tak menyangka jika kini mata, pipi, hidung, gigi, dan bibirnya hilang. Bola mata kanannya telah diambil. Lubang tempat matanya ditutup rapat dengan kulit daging perut.

Saat berumur 6 tahun, dipipi kiri Jaja tiba-tiba muncul benjolan agak tipis berwarna merah. Ia sering menggaruknya. Rasa gatal tak henti-henti mengusik. Dari waktu ke waktu benjolan itu terus membesar, bahkan beratnya mencapai 2,5 kilogram.

“Saya sampai tak bisa berjalan,” keluh Jaja.

Baca entri selengkapnya »


Umiyati: Tak Mau Menyerah Pada Keadaan

Oktober 10, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

HISTERIS BERANDAL. Tulisan itu tertera jelas di dinding anyaman bambu tanpa cat tempat tinggal Umiyati (60). Mak U’um –begitu para tetangga biasa

Umiyati

Umiyati

memanggil Umiyati—bukanlah berandal, pengemis atau gelandangan. Perempuan asal Garut, Jawa Barat, itu hanya potret rakyat kecil yang tengah berjuang menghadapi kerasnya hidup. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak mau menyerah begitu saja pada keadaan yang terus menghimpitnya.

“Batin Mak menangis histeris bukan lantaran menyesali beban hidup yang semakin berat ini. Tapi Mak bersyukur hingga hari ini Allah SWT masih sayang kepada Mak dan keluarga Mak,” kedua bola mata Mak U’um berkaca-kaca.

Yah, Mak U’um merasa pantas berbahagia. Menurutnya, banyak sekali nikmat dari Allah SWT yang telah dirasakannya. Misal, kedua mata Mak U’um yang lima tahun lalu terkena sabun cuci, hingga kini masih bisa secara jelas untuk melihat deretan huruf hijaiyah di dalam Al-Quran. Setiap hari ia mengaji Al-Quran tanpa memakai kacamata. Padahal, kata Mak U’um, bila berjalan tanpa mengenakan kacamata, ia seperti orang mabuk. Jalannya sempoyongan, karena padangan matanya kurang terang.

Baca entri selengkapnya »


Natirah Ratnasari: Bertahan Hidup Dengan Caranya Sendiri

Oktober 10, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Masih terekam jelas kejadian empat tahun lalu dalam memori Natirah Ratnasari (40). Ketika itu, tanpa ada angin puting beliung atau

Natirah Ratnasari

Natirah Ratnasari

hujan badai, tiba-tiba saja Natirah ditinggal suaminya (dicerai). Menurut kabar yang diterima Natirah, suaminya menikah lagi dengan perempuan lain, yang usianya lebih muda. Kontan saja hati Natirah remuk. Ia berkali-kali protes, tapi tak pernah ditanggapi. Alhasil, perasaan campur aduk itu dipendam saja. Yang jelas, apapun alasan perceraian yang dikemukakan suaminya, bagi Natirah denyut kehidupan tak boleh berhenti.

“Dibilang sedih, ya saya sedih dan kaget. Wajar, namanya juga manusia…Tapi untuk apa saya larut dalam kesedihan itu? Toh hidup ini sudah ada yang mengatur, kan. Saya tinggal mencari hikmahnya,” Natirah beralasan, mencoba tegar.

Baca entri selengkapnya »


Awaluddin; Balasannya Bukan Cuma Dua Kali Lipat

September 14, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Kisah ini bermula pada Januari 2007. Saat itu Awaluddin (kini berusia 38 tahun) melamar kerja di sebuah perusahaan ternama. Berbekal kepercayaan diri dan berkas-berkas yang disusun rapi di dalam map, ia menemui bagian personalia (HRD). Tanpa disangka, kepala personalia di perusahaan itu teman sekolahnya ketika SMP. Awaluddin kaget tak menyangka seorang sahabatnya bisa menduduki posisi penting.

“Saya benar-benar tidak tahu kalau ternyata itu teman saya. Untungnya saya dan dia masih sama-sama ingat. Akhirnya kami ngobrol ngalor-ngidul. Saya berkata dalam hati, saya pasti diterima kerja di tempat ini. Tapi, teman saya itu sepertinya bisa membaca hati saya. Dia buru-buru memberi tahu kalau untuk saat ini tidak ada lowongan pekerjaan. Saya langsung lemas, meski tak sampai kehilangan semangat,” cerita Awaluddin.

Baca entri selengkapnya »


Riri Yandipinta; Tak Perlu Ragu Ketika Bersedekah

September 14, 2009

Pewawancara & Penulis Lukman Hakim Zuhdi

Segala sesuatu pasti ada waktunya. Biar pun kita berkali-kali meminta kepada Allah SWT agar setiap hajat (kebutuhan) kita dikabulkan, namun jika belum saatnya tiba, maka kita tidak bisa mendapatkannya. Yang jelas, kita tidak mungkin memaksa Allah SWT untuk menuruti kemauan-kemauan kita.

Hal tersebut yang sangat disadari betul oleh Riri Yandipinta (28). Wanita kelahiran Padang yang dinikahi Donal Setiawan itu tidak terlalu pusing tatkala belum dipercaya oleh Allah SWT untuk menggendong momongan. Padahal, rumah tangganya sudah berjalan lima tahun.

Baca entri selengkapnya »